Manusia itu diciptakan serupa dengan Allah. Manusia itu diciptakan menurut citra Allah. Itu yang menyebabkan manusia bisa menciptakan apapun yang dia pikirkan.
Tantangannya, bagaimana manusia meredam rasa 'manusia'nya: segala rasa pesimis, pikiran negatif, dan halangan-halangan yang manusia ciptakan sendiri dipikirannya.
Masalahnya, mengapa manusia tetap menyimpan ke'manusia'annya; bahkan memaksakan ke'manusia'an tersebut?
Kalau manusia diciptakan menurut cipta Allah, kalau manusia bisa mencipta, mengapa masih ada paradigma dua gunung dan matahari?
looks familiar, no?




0 comments:
Post a Comment