Sunday, December 9, 2012

Dua Gunung dan Matahari


obrolan dengan Papa di malam hari membawaku ke sini.

Manusia itu diciptakan serupa dengan Allah. Manusia itu diciptakan menurut citra Allah. Itu yang menyebabkan manusia bisa menciptakan apapun yang dia pikirkan.

Tantangannya, bagaimana manusia meredam rasa 'manusia'nya: segala rasa pesimis, pikiran negatif, dan halangan-halangan yang manusia ciptakan sendiri dipikirannya.

Masalahnya, mengapa manusia tetap menyimpan ke'manusia'annya; bahkan memaksakan ke'manusia'an tersebut?

Kalau manusia diciptakan menurut cipta Allah, kalau manusia bisa mencipta, mengapa masih ada paradigma dua gunung dan matahari?


looks familiar, no?

0 comments:

Post a Comment