
Sipadan dan Ligitan. Dua nama pulau yang mendadak terkenal karena kasus konfrontasi Indonesia dan Malaysia, lagi. Sebenarnya kasus ini sudah lama, dan sudah lama selesai juga. Entah kenapa saya tiba-tiba teringat untuk menulis tentang hal ini lagi.
Sudah cukup lama saya baca artikel yang mengubah cara pandang saya (buka disini).
Kaget? Ya, saya juga.
Dan nampaknya saya juga tidak perlu banyak bicara disini. Faktanya sudah membuktikan bahwa sejak awal Sipadan dan Ligitan bukan milik Indonesia. Indonesia menuduh Malaysia meng-claim kepunyaan Indonesia, padahal sebenarnya Indonesia juga tidak punya hak atas itu.
Saya disini bukan membela Malaysia. Saya warga negara Indonesia yang akan mempertahankan eksistensi negara saya sampai kapanpun. Tapi saya mencoba untuk berpikir dua kali. Tidak menelan bulat-bulat apa yang disampaikan media.
Semoga informasi ini bermanfaat!
#StopWar #SpreadThePeace :)



2 comments:
mungkin pendapat anda hanya bersifat individu atau bersifat pengetahuan yang kerdil. perlu anda ketahui bahwa setiap kasus yang bersifat teritori, saya bisa pastikan kalau dibawa ke mahkamah internasional yang notabene dikuasai orang bule meski ada orang asia (boneka bule), pasti yang menang adalah negara yang lebih kecil kecuali kalau negara yang lebih besar juga bule seperti pulau pasir milik indonesia yang kini dimiliki australia). lihat malaysia ketika bersengketa dengan singapura atas pulau batu putih (dimenangkan Singapura). tingkat politik anda belum termasuk politik tingkat tinggi.
Terima kasih atas kritik dan pengetahuan barunya. Mohon maklum, tulisan ini dibuat waktu kelas 2 SMA, masih getol mengkritisasi persoalan sosial (-dan terkadang tanpa info yg cukup) :))
Post a Comment