"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling dikasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan" -Khalil Gibran
(not) a farewell
"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling dikasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan" -Khalil Gibran
maybe I'm one of the luckiest person!
Maybe I'm one of the luckiest person in the world. ask me why? it's simply because I'm living in the most beautiful country in the world!
I got proofs:
1. I am a member of Postcrossing.com, a website that provide us to exchange postcard from anywhere. We are able to send and receive postcards to random person somewhere in the world. So far I have received approx 20 postcards from all over the world, America, Europe, Asia, and I have never found any postcard that more interesting than Indonesia have. Come and try it! I've seen it by myself :)
2. Last summer I went to a trip along Java. I visited some cool spots and it’s like no other. It was so magnificent that I really want to come back there again. I’m going to upload the pics soon. And i really want to make my country known worldwidely. My job :p
3. I read “Nasional.is.me” ebook from @Pandji. It’s all about indonesia, and I think it’s really interesting yet provocative, but overall it’s nice. You can download the ebook on his site www.pandji.com . it’s a recommended ebook to enchance your love in Indonesia.
The main problem we have is: Indonesians are not proud with their own country. And that’s because they dont know Indonesia that well! Please don’t judge anything if you don’t know Indonesia that well.
Seharusnya sih ya, kalo orang benar-benar kenal Indonesia, pasti mereka akan langsung jatuh cinta sama Indonesia. Ngga mungkin ngga deh!
And if you already love your country but you don’t know how to support your country, I got the most simple way to do it: Join Postcrossing! By sending cards, you can promote the beauty of your country to the world!
I made my own promises: I won’t travel all around the world if I haven’t traveled around my own country. I want to know more about my country and do something dedicated to my country.
Short message to Indonesian:
Jangan ngaku kenal Indonesia kalo cuma tau Jakarta – Bandung – Bali. Let’s pack your belongings and go travel around Indonesia! J
Dari copet sampai ketemu SBY
Bapak bercerita bahwa dahulunya ia pernah tinggal di Tangerang dan bekerja sebagai pencopet. Bapak mengalami hidup yang berat disana. Selepas SMA di desa, Bapak merantau ke Jakarta dengan berbekal uang sedikit, dan tidak kenal siapapun di Jakarta. Bapak tersesat sampai ke Tangerang, dan disitu uang perbekalannya habis. Ia terbiasa makan dari makanan sisa orang lain, kemudian berkenalan dengan orang-orang di terminal, dan kelamaan menjadi pengamen dan pencopet.
Bapak bercerita, ia pernah keluar masuk penjara. Saya baru tahu, saat itu sekitar tahun 90an, pencopet dilindungi oleh oknum ABRI. Fakta yang cukup mengejutkan bagi saya.
Kemudian hidup bapak membaik dan beliau mulai mendapat pekerjaan di sebuah pabrik. Dari awalnya mulai dari buruh pabrik, menjadi kepala regu, sampai mempunyai anak buah sebanyak 170an orang. Tapi Bapak merasa kurang puas dengan hidupnya. Beliau masih minum-minuman keras, mabok-mabokan, gonta-ganti pacar, dan sebagainya.
Pada tahun 1994 Bapak menikah dengan Ibu, dan pada tahun 2000 mereka bersama dengan kedua anak kembarnya - Rina dan Rani - kembali ke Samigaluh dan menempati rumah yang saya tempati saat live in. Disinilah Bapak mulai meniti usahanya sebagai peternak kambing. Bapak benar-benar memulai hidup yang baru disini. Tidak sia-sia usahanya, Desember lalu Bapak bahkan bisa berkesempatan bertemu dengan Sultan Hamengkubuwono IX dan bersalaman dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, karena memenangkan suatu kejuaraan.
Bayangkan, Bapak yang seorang peternak kambing saja bisa bersalaman dengan SBY, tentu merupakan suatu kebanggan pribadi yang tak terkira baginya. Belum tentu orang kota yang selama ini menganggap remeh kehidupan orang desa bisa mendapat kesempatan yang sama dengan Bapak.
Saat ini, Bapak masih hidup dengan sederhana. Memang penghasilannya mungkin tidak seberapa baginya. Kadang-kadang Bapak juga masih mengalami beberapa kesulitan, namun Bapak memegang teguh prinsipnya, yaitu "Hidup itu adalah Anugerah". Dan prinsip itulah yang Bapak tanamkan kepada saya.
Kedua anak Bapak, Rina dan Rani, saat ini bersekolah di SMA Pius di Purworejo. Mereka tinggal di asrama - pulang bisa 3 bulan sekali - dan mereka mendapat beasiswa penuh disana. Di Samigaluh, hanya anak Bapak yang bersekolah disana. Bapak tidak ingin anaknya mengalami nasib yang serupa dengan dirinya, sehingga Bapak berusaha sekuatnya agar kedua anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.
Selama 5 hari disana, saya benar-benar merasa diperlakukan sebagai anak sendiri. Dan saya bangga memiliki bapak seperti beliau. Saya belajar banyak sekali pelajaran hidup dari Bapak, dan saya berharap pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi saya, dan kepada kita semua.
"Digampar" Tuhan
Saya tidak akan menceritakan secara detail apa saja yang saya lakukan disana, tapi saya akan lebih menceritakan tentang nilai-nilai apa saja yang saya dapatkan disana.
Post ini saya beri judul "Digampar" Tuhan, karena memang itulah yang saya rasakan ketika live in.
Sebelum live in, saya benar-benar cuek untuk memikirkan persiapan live in. Saya merasa bahwa saya adalah orang yang lumayan tangguh, jadi saya tidak akan kesulitan ditempatkan dimanapun. Saya ga perlu banyak kawatir tentang keadaan disana dan lainnya.
TAPI, ternyata saya salah.
Saya kebetulan mendapat rumah di daerah "medan terberat". Lokasinya di gunung, semua jalanannya menanjak dan terjal, serta jauh dari rumah yang lainnya. Rumahnya masih beralaskan tanah, dan berdinding kayu.
Keadaan disana memang sangat sederhana, tapi cukup nyaman bagi saya. Tapi perjuangan disana lah yang benar-benar membuat saya agak mengeluh dalam hati. Disana saya benar-benar disadarkan bahwa saya tidak setangguh yang saya pikir.
Bagaimanapun, live in ini membuat saya sangat sadar, bahwa kami sebagai warga kota, telah benar-benar sangat dimudahkan dalam kehidupan kami. Walaupun pasti ada plus minus hidup di desa, saya tetap akan membawa semangat perjuangan di Samigaluh untuk saya jalani di Jakarta.
beautiful mindset :)
Semoga tahun depan (tahun kelulusan saya) bisa lebih baik lagi, bahkan kalau perlu merebut kembali juara umum, peringkat 1 untuk semua jurusan, seperti tahun 2009! :)
Saya bangga menjadi murid SMA Santa Ursula. Bukan hanya karena prestasinya yang sudah saya sebutkan diatas, dan prestasinya yang masih super banyaaaaaaaaaaaaaaak lagi, tapi juga karena mindset yang ditanamkan ke siswinya.
SMA Santa Ursula nyaris ngga pernah - atau mungkin malah ngga pernah - lepas dari peringkat 3 besar di Jakarta. Dan menjadikannya sekolah top di Jakarta, bahkan di Indonesia. Tapi sedari awal, kami selalu ditanamkan untuk ga pernah merasa bahwa kita adalah nomor 1.
Normalnya, dan pasti siapapun yang baru terlibat (baik itu murid baru atau guru baru) yang masuk ke SMA Santa Ursula pasti memuji-muji sekolah kami dengan bilang "Sanur kan selalu nomor satu". Tapi lama kelamaan, kami diajarkan untuk tidak menganggap kami nomor satu, masih banyak saingan berat didepan kami. Mindset itulah yang menyebabkan SMA Santa Ursula selalu berkembang dari tahun ke tahunnya, dan tidak "terlena" dengan predikat nomor satunya.
That's what I call "beautiful mindset". Mental juara. Tapi juga ngga lupa akan saingan-saingan juara yang lainnya :)
Mejikuhibiniu Indonesiaku

Kenapa harus malu punya banyak warna?
Indonesia kaya karena berwarna!
Kenapa malah maksa untuk menyamakan warna?
Indonesia diberi kesempatan mencintai lebih banyak
itu karena kita punya warna!
Jangan mau warna kita dipudarkan!
Bangsa lain mau punya warna,
tapi mereka tidak punya...
Kita punya, kenapa kita harus menghilangkannya?
Indonesia punya warna!
Indonesia punya cinta!
Komersialisasi Air - Sebuah Analisis
Fakta yang terjadi di dunia
Air adalah suatu sumber daya alam non hayati yang selalu tersedia, dan jumlahnya melimpah. Air, terutama air tawar, memegang peranan penting bagi makhluk hidup. Seluruh ekosistem di muka bumi ditunjang oleh air dan siklus hidrologinya.
Telah menjadi paham banyak orang bahwa persediaan air tawar di planet ini tidak terbatas, bahkan tidak banyak orang menggunakan air seakan-akan air tidak akan pernah habis. Asumsi ini salah. Persediaan air tawar di bumi berkurang, bahkan dunia saat ini sedang mengalami kekurangan air bersih. Bentuknya jelas telihat di seluruh pelosok dunia: gurun yang tandus dan kering, hancurnya rawa-rawa, tercemarnya aliran air dan sungai, dan banyaknya anak-anak serta hewan yang kekurangan air. k dunia: gurun yang tandus dan kering, hancurnya rawa-rawa, tercemarnya aliran air dan Dan dari hari ke hari, kebutuhan manusia akan air bersih akan terus berkembang melebihi ketersediaan air itu sendiri.
Air yang ada di muka bumi ini hampir seluruhnya adalah air yang sama sepanjang masa. Hanya sebagian kecil air yang dapat masuk ke atmosfer bumi dalam bentuk “komet salju”. Jumlah total air yang ada di bumi kira-kira 1,4 miliar kilometer, dan 36 juta kilometer kubik (2,6%) yang merupakan air tawar. Hanya 11 juta kilometer kubik (0,77% dari total air di bumi) yang merupakan siklus air yang mengalami siklus hujan yang cukup cepat.
Seiring dengan banyaknya pembetonan permukaan bumi, aka nada semakin sedikit air di daerah aliran sungai dan sumber-sumber air di daratan. Mengetahui bahwa persediaan air tawar permukaan di bumi sudah mengalami kerusakan, masyarakat, para petani, dan industri kini berbondong-bondong mencari sumber air baru yang tersimpan lebih dalam lagi di bumi. Diperkirakan sepertiga jumlah populasi manusia di Bumi kini bergantung pada air tanah untuk menyediakan air minum. Namun air dalam tanah ini lama kelamaan akan habis setelah dieksploitasi besar-besaran oleh manusia.

Permasalahan
Disaat krisis air seperti ini, berbagai industri justru menggunakan air bersih untuk kepentingan ekonomi industri tersebut. Tindakan mengambil air bersih secara besar-besaran tersebut ternyata didukung oleh berbagai Undang-Undang dari seluruh dunia. Di Indonesia, contohnya, telah disahkan Undang-Undang No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Dasarnya ialah World Water Forum yang dihadiri oleh 5700 orang. Disayangkan, World Water Forum ini diadakan oleh organisasi lobi yang dimiliki oleh bisnis-bisnis raksasa seperti Global Water Partnership dan Bank Dunia, sehingga kesimpulan yang diambil pun tidak memihak kepada masyarakat.
Di Indonesia, Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air berpandangan dimana air dipandang sebagai komoditas untuk komersialisasi.
Dengan dibukanya pihak swasta untuk dapat berperan seluas-luasnya dalam pengelolaan air, akan terjadi prinsip opportunity cost dimana pihak yang berani membayar lebih akan lebih dimenangkan.
Pengadaan UU SDA ini tidak lepas dari keterkaitan kepada Bank Dunia. Krisis moneter tahun 1997 mendorong pemerintah memperoleh pinjaman yang bersifat cepat dikeluarkan. Bank Dunia pada saat itu menawarkan Structural Adjustment Loan (SAL) dengan syarat Indonesia melakukan perubahan struktural dalam sektor air. Akhirnya pada 28 Mei 1999 Indonesia menandatangani perjanjian pinjaman sebesar 300 juta dollar AS yang dicairkan dalam tiga tahap. Rencananya, Desember 2003, pencairan tahap ketiga sebesar 150 juta dollar AS akan dilakukan dengan syarat UU SDA tersebut telah disahkan.
Undang-undang tentang Sumber Daya Air
Pemerintah menilai kondisi riil saat ini tidak memungkinkan pemerintah untuk dapat mengola sektor air secara efisien. Oleh karena itu tidak ada salahnya swasta dilibatkan untuk mengelola air demi terjaminnya perolehan air untuk masyarakat luas.
Kebijakan pemerintah di sektor air ini akan sangat mempengaruhi ketahanan pangan nasional. Pengaturan mengenai irigasi harus diatur dalam bab khusus dan menjamin secara tegas dan jelas tentang pasokan air bagi petani. Hal ini sudah terjadi di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Air untuk jaringan irigasi bagi petani dibatasi sekali jumlahnya karena untuk memenuhi kebutuhan suatu industri.
Selain itu ada pula tercantum bahwa badan usaha dan perorangan boleh mengusahakan sebagian dari wilayah sungai dengan izin dari pemerintah pusat atau daerah. Hal ini tentu merugikan masyarakat setempat yang bergantung pada sungai tersebut.
Perorangan dan badan usaha boleh memodifikasi cuaca atau memanfaatkan awan untuk keperluan pihak tersebut, setelah mendapat izin dari pemerintah. Hal ini dapat merugikan pihak lain diluar badan usaha tersebut yang bergantung kepada alam. Petani tembakau misalnya, yang dapat merugi dengan adanya hujan.
KESIMPULAN
Komersialisasi air yang semakin meluas adalah jaminan bagi masa depan yang tidak adil dan tidak berkelanjutan. Komersialisasi air memunculkan sebuah potret buruk kehidupan, ketika suatu sumber daya yang menjadi milik bersama dan juga masyarakat diserang dari berbagai sudut baru.
Pada prinsipnya, air adalah milik bumi dan seluruh spesies. Dengan begitu, Air adalah warisan publik yang harus dijaga oleh seluruh tingkat pemerintahan. Air harus dikonservasi setiap saat untuk memastikan bahwa ketersediaan dan kualitas air tidak berkurang akibat aktivitas manusia. Air yang tercemar sebagai akibat dari perbuatan manusia harus kembali disehatkan oleh manusia sendiri.
Pembela air yang terbaik adalah masyarakat, bukan swasta, teknologi yang mahal, atau bahkan pemerintah. Hanya warga lokal yang dapat benar-benar merasakan akibat hilangnya sumber air di sekitar mereka. Masyarakat harus lebih sadar dan lebih peka terhadap fakta yang terjadi di sekitarnya.
Jika kesadaran masyarakat telah tercapai, pemerintah seharusnya dapat merealisasikan undang-undang baru untuk menjamin setiap warga Negara untuk bisa mengakses layanan air bersih dan sanitasi.
I will eat some cucumbers for you!
Unprofessional
Singapore Journal 3
Singapore Journal 2
Singapore Journal 1
You can see she's a beautiful girl
The people who surround her feel the benefit of it
It makes you calm
She holds you captivated in her palm









