Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Monday, May 16, 2011

beautiful mindset :)


First of all, berhubung hari ini adalah hari pengumuman kelulusan SMA angkatan 2011, saya mau mengucapkan untuk semua yang lulus SMA! Terutama untuk SMA Santa Ursula angkatan 2011 yang berhasil mendapat peringkat 1 se-Jakarta untuk jurusan IPS dan Bahasa serta peringkat 3 se-Jakarta untuk jurusan IPA dan peringkat 1 se-Jakarta Pusat!

Semoga tahun depan (tahun kelulusan saya) bisa lebih baik lagi, bahkan kalau perlu merebut kembali juara umum, peringkat 1 untuk semua jurusan, seperti tahun 2009! :)


Saya bangga menjadi murid SMA Santa Ursula. Bukan hanya karena prestasinya yang sudah saya sebutkan diatas, dan prestasinya yang masih super banyaaaaaaaaaaaaaaak lagi, tapi juga karena mindset yang ditanamkan ke siswinya.

SMA Santa Ursula nyaris ngga pernah - atau mungkin malah ngga pernah - lepas dari peringkat 3 besar di Jakarta. Dan menjadikannya sekolah top di Jakarta, bahkan di Indonesia. Tapi sedari awal, kami selalu ditanamkan untuk ga pernah merasa bahwa kita adalah nomor 1.

Normalnya, dan pasti siapapun yang baru terlibat (baik itu murid baru atau guru baru) yang masuk ke SMA Santa Ursula pasti memuji-muji sekolah kami dengan bilang "Sanur kan selalu nomor satu". Tapi lama kelamaan, kami diajarkan untuk tidak menganggap kami nomor satu, masih banyak saingan berat didepan kami. Mindset itulah yang menyebabkan SMA Santa Ursula selalu berkembang dari tahun ke tahunnya, dan tidak "terlena" dengan predikat nomor satunya.

That's what I call "beautiful mindset". Mental juara. Tapi juga ngga lupa akan saingan-saingan juara yang lainnya :)
Tuesday, February 22, 2011

"Apa yang membuatmu tidak menyesal?"


...tersenyum.

pertanyaan diatas adalah pertanyaan favorite saya jika ditanya tentang pilihan saya masuk ke sekolah yang sekarang. dan tentu saya akan menjawabnya dengan sukarela sambil tersenyum.


awalnya, saya daftar ke SMAK 7 BPK Penabur, sekolah yang memang sudah menjadi "tujuan umum" lulusan SMPK 5. Diterima. Tinggal keputusan mau tetep diambil atau ngga. "Nggak, lepas aja," saya menjawab mantap.

ada tujuan SMA kemana? tidak.

lalu kenapa dilepas? ga tau. saya hanya menuruti kata hati saya.


Sampai pada awal tahun saya masih belum tahu mau masuk mana. Akhirnya orang tua saya mengajukan 2 pilihan: SMA Theresia & SMA Santa Ursula. Saya menyanggupi keduanya.

Pertama kali liat SMA Sanur, hati kecil saya menolak. Entah kenapa rasanya saya bener-bener ga suka sama sekolah itu.


Sehari sebelum test di SMA Sanur saya berdoa dalam hati kecil saya...

"Tuhan, Engkau tahu aku isi hatiku, aku ga suka sekolah ini.
Besok aku akan test masuk sekolah ini,
apapun isi hatiku, akan kukerjakan dengan maksimal.
Bila memang bukan tempatku, biarkanlah aku tidak lolos.
Tapi jika memang tempatku disini, biarkanlah aku lolos seleksi,
dan aku berjanji AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYESAL"

Ketika hari pengumuman Pendaftaran Siswa Baru, saya melihat kertas pengumumannya dan menemukan angka "316". Nomor pendaftaran saya. Orang tua saya langsung memberi selamat.

Di mobil, saya menangis diam-diam. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya saya akan bersekolah di tempat ini. Itu tangisan saya yang terakhir tentang masuk ke SMA Sanur (-ketika udah di Sanurnya itu beda lagi).

Saya benar-benar yakin Tuhan mendengarkan doa saya, dan saya benar-benar yakin ini adalah tempat yang terbaik bagi saya yang telah Tuhan persiapkan. Walaupun sampai sekarang saya telah mengalami banyak masalah disana dan merasakan sendiri beratnya bersekolah disana, perstiwa itulah yang membuat saya tidak pernah menyesal sampai saat ini.





Wednesday, January 5, 2011

Punakawan


Punakawan (baca: Ponokawan) berasal dari bahasa Jawa. Pono: terang, Kawan: teman.
Teman yang memberi terang.

Hey! Welcome to 2011! :)

Ini adalah post pertama saya di tahun 2011 yang belum genap 4 hari berjalan.

SMA Santa Ursula lagi sibuk mempersiapkan pertunjukkan kolosaln
ya, yang bertajuk "PUNAKAWAN". Pertunjukkan ini dibagi dua menjadi festival budaya dan operet. Kebetulan, saya ikut berpartisipasi di operetnya. Operet Punakawan ini juga mengundang Mas Sujiwo Tedjo, seorang seniman terkenal, untuk membantu pertunjukkan kami. Hari ini hari ke dua Mas Tedjo bergabung dengan kami. Dan hari ini beliau memberikan evaluasi yang 'keren' menurut saya. Berikut ini penuturannya:


PUNAKAWAN adalah 4 tokoh pewayangan yang terdiri dari (kiri ke kanan) Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

Dan menurut Mas Tedjo, Punakawan melambangkan karakter dalam diri manusia. Berikut ini penuturan beliau yang sudah dipadukan dengan penuturan saya sendiri.

Bagong mencerminkan sisi pemberontakan dari diri kita. Break the habit, and find something new. Bagong inilah yang mendasari munculnya pikiran-pikiran brilian Thomas Alfa Edison, Albert Enstein, dan orang-orang hebat lainnya.

Memang bagong selalu identik dengan keluguan dan kebodohannya. Itu yang menyebabkan tiap pertanyaan yang bagong lontarkan bersifat mendasar, satu hal yang justru dilupakan oleh kaum intelektual.

Petruk. Sisi outgoing dari hidup manusia. Emang terkadang kita perlu sedikit 'cuek' dengan kejadian-kejadian yang terjadi di hidup kita. Cuek aja. Dunia masih terus berputar. Petruk adalah wayang yang paling banyak tersenyum. Diatas segala pergumulan hidup kita, disaat semua keputusasaan, penderitaan, dan lainnya, masih ada satu kekuatan yang masih kita bisa lakukan yaitu tersenyum.

Gareng mencerminkan sisi intelektual manusia. Berpikir, kemampuan mendasar manusia yang harus diatur sedemikian rupa. Segala hal yang terjadi, dikaji ulang, kenapa bisa terjadi seperti itu, solusinya apa. Bukan diterima muluk-muluk.

Tangan gareng yg menggantung (saya kurang bisa menggambarkan posisinya dengan kata-kata) dan tidak bisa diam, menggambarkan pikiran Gareng yang tak terkontrol dan akan terus berjalan. Kaki Gareng yang pincang menggambarkan Gareng yang selalu hati-hati dalam mencetuskan ide atau memutuskan sesuatu. Mata Gareng yang juling menggambarkan Gareng tidak bisa hanya fokus kepada suatu permasalahan, namun harus dilihat secara keseluruhan.

Dan terakhir, Semar, sang moderator, pemikir bijak. Karakter yang paham dan dapat mengatur sifat mana saja yang akan dimunculkan dari manusia.


Tentang pertunjukkan, beliau mempunyai prinsip bahwa teater adalah tentang kerjasama. Peran sekecil apapun menjadi bagian dari keseluruhan teater tersebut.

Mas Tedjo juga menyarankan kami semua untuk bekerja menggunakan HATI. Beliau bercerita bahwa beliau pernah tampil dengan seorang penari (saya lupa namanya) membawakan lagu The Swan. Saat penari tersebut selesai mementaskannya, ada seorang penonton yang datang kepadanya dan menyalaminya. Penonton tersebut buta.

Sang penari melakukan semua tariannya dengan hati, maka pesannya dapat tersampaikan ke hati penonton. Itulah mengapa, sang penonton yang buta dapat merasakan tarian sang penari yang amat bagus.


Itulah yang dapat saya petik hari ini, sebuah evaluasi yang singkat namun sangat berisi dan berhasil membuat takjub satu ruangan saat itu. Semoga pertunjukkan kami sukses!

Thursday, November 25, 2010

Sumpah Pemuda 2010


Ini project yang udah agak lama sebenarnya, tepatnya saat hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2010 kemarin.

Untuk peringatan sumpah pemuda, kelas XI IPS Santa Ursula membuat sebuah acara untuk sekolah yang bertajuk "Cintaku Negeriku". Kami dibagi dalam beberapa proyek kecil yang nantinya akan disatukan dalam wadah Cintaku Negeriku tersebut. Saya sendiri menangani bagian video dan musik.

Berikut ini video yang kami buat. Semoga menginspirasi :)

Selamat Hari Guru!


Selamat hari guru! Tentunya kita pribadi masing-masing memiliki guru panutannya sendiri. Entah itu guru yang menginspirasi, guru yang memberikan pelajaran tentang kehidupan, atau guru apapun yang berkesan dalam hidup kita.

Berikut ini akan saya ulas beberapa guru yang berarti di kehidupan saya.

1. Bu Rari
Beliau adalah guru PKn saya di SMA St. Ursula. Walaupun beliau baru beberapa bulan mengajar di sekolah saya, tapi banyak sekali murid yang memberikan apresiasi kepadanya. Bagi saya, beliau memberi perubahan dalam mind set saya. Dari dulu, saya menganggap PKn adalah pelajaran yang kurang penting, tapi berkat beliau saya sekarang mengganggap PKn adalah pelajaran yang sangat menarik. Tidak hanya itu, beliau melatih kemampuan berpikir kritis siswanya. Beliau adalah seorang feminis yang sangat idealis. Pemikiran-pemikirannya sangat menggugah hati saya, dan semangatnya untuk memajukan Indonesia dan murid-muridnya sangat saya idolakan.

2. Pak Hari
Beliau adalah salah satu guru geografi yang sudah cukup lama mengajar di SMA St. Ursula. Bila bagi sebagian besar murid beliau adalah salah satu guru yang "cukup ditakuti", namun bagi saya tidak. Beliau selalu menanamkan kedisiplinan kepada murid-muridnya. Pemikiran beliau pun sangat kritis dan cerdas. Beliau mempunyai pengetahuan umum yang sangat luas, dan pengetahuan beliau itulah yang beliau bagikan kepada murid-muridnya, sehingga kami tidak hanya berkembang sesuai pelajaran dari kurikulum, namun juga pengetahuan umum yang sebenarnya jauh lebih penting.

3. Pak Daenq
Beliau adalah guru olahraga saya di SMP. Beliau sangat displin dan keras dalam pengajarannya. Walaupun beberapa orang mungkin mengganggap beliau terlalu keras dalam mendidik, tapi menurut saya, hal-hal itulah yang justru menjadi tonggak dasar pendidikan. Meskipun nilai saya memang tidak terlalu baik di pelajaran yang beliau ajar, tapi semangat pengajaran beliau memberikan inspirasi yang besar bagi saya.

4. Kak Vera
Untuk guru yang satu ini sangat perlu diacungi jempol. Beliau adalah guru musik saya sejak tahun 2007. Beliau adalah guru yang sangat "berseni". Beliau tidak memberikan ilmu sesuai kurikulum yang ada, tapi beliau memberikan banyak sekali hal diluar kurikulum. Ide-ide yang beliau miliki sangat luar biasa. Meskipun umur beliau sudah tidak muda lagi, tapi kreativitas yang beliau miliki tetap tidak dapat disaingi oleh kreativitas muda jaman sekarang. Selain itu, gaya hidupnya pun sangat "anak muda" sehingga beliau sangat mudah akrab dengan murid-muridnya. Semua murid-muridnya dianggap sebagai anak sendiri, dan kamipun menganggap beliau sebagai mama kami sendiri.


Ini hanya sebagian kecil saja dari guru-guru yang amat berarti di kehidupan saya. Jika saya tuliskan semua guru yang ada di hidup saya, mungkin akan terlalu panjang jadinya. Bagaimana dengan anda?

Guru adalah orang tua kedua kita. Segala ilmu dan pelajaran kehidupan yang mereka berikan pasti berguna di kehidupan kita. Jangan pernah lupakan apa yang gurumu berikan kepadamu seumur hidup.

Sekali lagi saya ucapkan, selamat hari guru!


"A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stops." ~Henry Brooks Adams