beautiful mindset :)
Semoga tahun depan (tahun kelulusan saya) bisa lebih baik lagi, bahkan kalau perlu merebut kembali juara umum, peringkat 1 untuk semua jurusan, seperti tahun 2009! :)
Saya bangga menjadi murid SMA Santa Ursula. Bukan hanya karena prestasinya yang sudah saya sebutkan diatas, dan prestasinya yang masih super banyaaaaaaaaaaaaaaak lagi, tapi juga karena mindset yang ditanamkan ke siswinya.
SMA Santa Ursula nyaris ngga pernah - atau mungkin malah ngga pernah - lepas dari peringkat 3 besar di Jakarta. Dan menjadikannya sekolah top di Jakarta, bahkan di Indonesia. Tapi sedari awal, kami selalu ditanamkan untuk ga pernah merasa bahwa kita adalah nomor 1.
Normalnya, dan pasti siapapun yang baru terlibat (baik itu murid baru atau guru baru) yang masuk ke SMA Santa Ursula pasti memuji-muji sekolah kami dengan bilang "Sanur kan selalu nomor satu". Tapi lama kelamaan, kami diajarkan untuk tidak menganggap kami nomor satu, masih banyak saingan berat didepan kami. Mindset itulah yang menyebabkan SMA Santa Ursula selalu berkembang dari tahun ke tahunnya, dan tidak "terlena" dengan predikat nomor satunya.
That's what I call "beautiful mindset". Mental juara. Tapi juga ngga lupa akan saingan-saingan juara yang lainnya :)
for you...
if you're one of them...
one day, you'll run over me,
you'll tell me you know me,
and I will just say, "pardon me, did I know you?"
"One of the greatest victories you can gain over someone
is to beat him at politeness" ~Josh Billings
"Apa yang membuatmu tidak menyesal?"
pertanyaan diatas adalah pertanyaan favorite saya jika ditanya tentang pilihan saya masuk ke sekolah yang sekarang. dan tentu saya akan menjawabnya dengan sukarela sambil tersenyum.
awalnya, saya daftar ke SMAK 7 BPK Penabur, sekolah yang memang sudah menjadi "tujuan umum" lulusan SMPK 5. Diterima. Tinggal keputusan mau tetep diambil atau ngga. "Nggak, lepas aja," saya menjawab mantap.
ada tujuan SMA kemana? tidak.
lalu kenapa dilepas? ga tau. saya hanya menuruti kata hati saya.
Sampai pada awal tahun saya masih belum tahu mau masuk mana. Akhirnya orang tua saya mengajukan 2 pilihan: SMA Theresia & SMA Santa Ursula. Saya menyanggupi keduanya.
Pertama kali liat SMA Sanur, hati kecil saya menolak. Entah kenapa rasanya saya bener-bener ga suka sama sekolah itu.
Sehari sebelum test di SMA Sanur saya berdoa dalam hati kecil saya...
Besok aku akan test masuk sekolah ini,
apapun isi hatiku, akan kukerjakan dengan maksimal.
Bila memang bukan tempatku, biarkanlah aku tidak lolos.
Tapi jika memang tempatku disini, biarkanlah aku lolos seleksi,
dan aku berjanji AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYESAL"
Saya benar-benar yakin Tuhan mendengarkan doa saya, dan saya benar-benar yakin ini adalah tempat yang terbaik bagi saya yang telah Tuhan persiapkan. Walaupun sampai sekarang saya telah mengalami banyak masalah disana dan merasakan sendiri beratnya bersekolah disana, perstiwa itulah yang membuat saya tidak pernah menyesal sampai saat ini.

365 give thanks!
I started it on Valentine day, I hope next valentine will be full of joy because I've written 365 give thanks!
14/2: I'm thankful that I spent this Valentine with my gorgeous friends! Special thanks to: Yovita Pradita.
15/2: I'm thankful that today is holiday! That i met my friends and did a wonderful drama rehearsal, plus captured many beautiful moments. Special thanks to: Zena Hamzah
16/2: I'm thankful that I did my economics test quite well and I got a super cute piano miniature! Special thanks to: Iput, Jessica Hendra, Clarissa Livia, Theresia Gloria, Vania Utami, Syane Agacy, Ignacia Josephine, Sari, and Karina Noviani. :D
17/2: Thank God I did my accounting test well, and the results were BALANCE! (: Thank you God for guiding me through the test!
18/2: I'm thankful I got new experiences by seeing the new-gonna be-school-leader speeches. Special thanks to: Ernestine, Cindy, Yudith, Melisa (-although I don't know them all personally) :p
19/2 I'm thankful I successfully forced myself to start studying and I got in Sanur FM's Top 20 (one more audition, I guess) ! XD
20/2: I'm thankful I prepared myself very well in studying economics and religiosity (is that even exist? ._.). I've just realized my give thanks are mainly from my study and school. It's dominating my life :p
That's the first week of 365 give thanks. I still got 358 to go (:
and oh well, I got a love quote on Valentine day. I love it sooo much. It was from my favorite teacher, Bu Rari.
"Izinkan aku mencintai kalian dengan sederhana seperti kayu kepada api"
~ Bu Rari, 14 Februari 2011
Punakawan
Teman yang memberi terang.
Hey! Welcome to 2011! :)
Ini adalah post pertama saya di tahun 2011 yang belum genap 4 hari berjalan.
SMA Santa Ursula lagi sibuk mempersiapkan pertunjukkan kolosalnya, yang bertajuk "PUNAKAWAN". Pertunjukkan ini dibagi dua menjadi festival budaya dan operet. Kebetulan, saya ikut berpartisipasi di operetnya. Operet Punakawan ini juga mengundang Mas Sujiwo Tedjo, seorang seniman terkenal, untuk membantu pertunjukkan kami. Hari ini hari ke dua Mas Tedjo bergabung dengan kami. Dan hari ini beliau memberikan evaluasi yang 'keren' menurut saya. Berikut ini penuturannya:

PUNAKAWAN adalah 4 tokoh pewayangan yang terdiri dari (kiri ke kanan) Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Dan menurut Mas Tedjo, Punakawan melambangkan karakter dalam diri manusia. Berikut ini penuturan beliau yang sudah dipadukan dengan penuturan saya sendiri.
Bagong mencerminkan sisi pemberontakan dari diri kita. Break the habit, and find something new. Bagong inilah yang mendasari munculnya pikiran-pikiran brilian Thomas Alfa Edison, Albert Enstein, dan orang-orang hebat lainnya.
Memang bagong selalu identik dengan keluguan dan kebodohannya. Itu yang menyebabkan tiap pertanyaan yang bagong lontarkan bersifat mendasar, satu hal yang justru dilupakan oleh kaum intelektual.
Petruk. Sisi outgoing dari hidup manusia. Emang terkadang kita perlu sedikit 'cuek' dengan kejadian-kejadian yang terjadi di hidup kita. Cuek aja. Dunia masih terus berputar. Petruk adalah wayang yang paling banyak tersenyum. Diatas segala pergumulan hidup kita, disaat semua keputusasaan, penderitaan, dan lainnya, masih ada satu kekuatan yang masih kita bisa lakukan yaitu tersenyum.
Gareng mencerminkan sisi intelektual manusia. Berpikir, kemampuan mendasar manusia yang harus diatur sedemikian rupa. Segala hal yang terjadi, dikaji ulang, kenapa bisa terjadi seperti itu, solusinya apa. Bukan diterima muluk-muluk.
Tangan gareng yg menggantung (saya kurang bisa menggambarkan posisinya dengan kata-kata) dan tidak bisa diam, menggambarkan pikiran Gareng yang tak terkontrol dan akan terus berjalan. Kaki Gareng yang pincang menggambarkan Gareng yang selalu hati-hati dalam mencetuskan ide atau memutuskan sesuatu. Mata Gareng yang juling menggambarkan Gareng tidak bisa hanya fokus kepada suatu permasalahan, namun harus dilihat secara keseluruhan.
Dan terakhir, Semar, sang moderator, pemikir bijak. Karakter yang paham dan dapat mengatur sifat mana saja yang akan dimunculkan dari manusia.
Tentang pertunjukkan, beliau mempunyai prinsip bahwa teater adalah tentang kerjasama. Peran sekecil apapun menjadi bagian dari keseluruhan teater tersebut.
Mas Tedjo juga menyarankan kami semua untuk bekerja menggunakan HATI. Beliau bercerita bahwa beliau pernah tampil dengan seorang penari (saya lupa namanya) membawakan lagu The Swan. Saat penari tersebut selesai mementaskannya, ada seorang penonton yang datang kepadanya dan menyalaminya. Penonton tersebut buta.
Sang penari melakukan semua tariannya dengan hati, maka pesannya dapat tersampaikan ke hati penonton. Itulah mengapa, sang penonton yang buta dapat merasakan tarian sang penari yang amat bagus.
Itulah yang dapat saya petik hari ini, sebuah evaluasi yang singkat namun sangat berisi dan berhasil membuat takjub satu ruangan saat itu. Semoga pertunjukkan kami sukses!


