Thursday, August 11, 2011

(not) a farewell




"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling dikasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yan
g nampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan" -Khalil Gibran


Thank you for being a huge part in my life
I'm gonna miss you...


Sr. Moekti Gondosasmito



Sashimi


YG



... or maybe it isn't a farewell at all?





I'll see you soon... :)

maybe I'm one of the luckiest person!


Maybe I'm one of the luckiest person in the world. ask me why? it's simply because I'm living in the most beautiful country in the world!

I got proofs:
1. I am a member of Postcrossing.com, a website that provide us to exchange postcard from anywhere. We are able to send and receive postcards to random person somewhere in the world. So far I have received approx 20 postcards from all over the world, America, Europe, Asia, and I have never found any postcard that more interesting than Indonesia have. Come and try it! I've seen it by myself :)

2. Last summer I went to a trip along Java. I visited some cool spots and it’s like no other. It was so magnificent that I really want to come back there again. I’m going to upload the pics soon. And i really want to make my country known worldwidely. My job :p

3. I read “Nasional.is.me” ebook from @Pandji. It’s all about indonesia, and I think it’s really interesting yet provocative, but overall it’s nice. You can download the ebook on his site www.pandji.com . it’s a recommended ebook to enchance your love in Indonesia.

The main problem we have is: Indonesians are not proud with their own country. And that’s because they dont know Indonesia that well! Please don’t judge anything if you don’t know Indonesia that well.

Seharusnya sih ya, kalo orang benar-benar kenal Indonesia, pasti mereka akan langsung jatuh cinta sama Indonesia. Ngga mungkin ngga deh!

And if you already love your country but you don’t know how to support your country, I got the most simple way to do it: Join Postcrossing! By sending cards, you can promote the beauty of your country to the world!

I made my own promises: I won’t travel all around the world if I haven’t traveled around my own country. I want to know more about my country and do something dedicated to my country.

Short message to Indonesian:

Jangan ngaku kenal Indonesia kalo cuma tau Jakarta – Bandung – Bali. Let’s pack your belongings and go travel around Indonesia! J

Saturday, May 28, 2011

Dari copet sampai ketemu SBY


Masih tentang live in, sekarang saya akan menceritakan tentang pengalaman hidup yang saya dengar sendiri dari Bapak saya disana. Bapak Suparjono, menurut saya, adalah orang yang sangat hebat dan konservatif untuk ukuran orang desa. Beliau adalah lulusan SLTA, cukup tinggi untuk ukuran orang di desa tersebut.

Bapak bercerita bahwa dahulunya ia pernah tinggal di Tangerang dan bekerja sebagai pencopet. Bapak mengalami hidup yang berat disana. Selepas SMA di desa, Bapak merantau ke Jakarta dengan berbekal uang sedikit, dan tidak kenal siapapun di Jakarta. Bapak tersesat sampai ke Tangerang, dan disitu uang perbekalannya habis. Ia terbiasa makan dari makanan sisa orang lain, kemudian berkenalan dengan orang-orang di terminal, dan kelamaan menjadi pengamen dan pencopet.

Bapak bercerita, ia pernah keluar masuk penjara. Saya baru tahu, saat itu sekitar tahun 90an, pencopet dilindungi oleh oknum ABRI. Fakta yang cukup mengejutkan bagi saya.

Kemudian hidup bapak membaik dan beliau mulai mendapat pekerjaan di sebuah pabrik. Dari awalnya mulai dari buruh pabrik, menjadi kepala regu, sampai mempunyai anak buah sebanyak 170an orang. Tapi Bapak merasa kurang puas dengan hidupnya. Beliau masih minum-minuman keras, mabok-mabokan, gonta-ganti pacar, dan sebagainya.

Pada tahun 1994 Bapak menikah dengan Ibu, dan pada tahun 2000 mereka bersama dengan kedua anak kembarnya - Rina dan Rani - kembali ke Samigaluh dan menempati rumah yang saya tempati saat live in. Disinilah Bapak mulai meniti usahanya sebagai peternak kambing. Bapak benar-benar memulai hidup yang baru disini. Tidak sia-sia usahanya, Desember lalu Bapak bahkan bisa berkesempatan bertemu dengan Sultan Hamengkubuwono IX dan bersalaman dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, karena memenangkan suatu kejuaraan.

Bayangkan, Bapak yang seorang peternak kambing saja bisa bersalaman dengan SBY, tentu merupakan suatu kebanggan pribadi yang tak terkira baginya. Belum tentu orang kota yang selama ini menganggap remeh kehidupan orang desa bisa mendapat kesempatan yang sama dengan Bapak.

Saat ini, Bapak masih hidup dengan sederhana. Memang penghasilannya mungkin tidak seberapa baginya. Kadang-kadang Bapak juga masih mengalami beberapa kesulitan, namun Bapak memegang teguh prinsipnya, yaitu "Hidup itu adalah Anugerah". Dan prinsip itulah yang Bapak tanamkan kepada saya.

Kedua anak Bapak, Rina dan Rani, saat ini bersekolah di SMA Pius di Purworejo. Mereka tinggal di asrama - pulang bisa 3 bulan sekali - dan mereka mendapat beasiswa penuh disana. Di Samigaluh, hanya anak Bapak yang bersekolah disana. Bapak tidak ingin anaknya mengalami nasib yang serupa dengan dirinya, sehingga Bapak berusaha sekuatnya agar kedua anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Selama 5 hari disana, saya benar-benar merasa diperlakukan sebagai anak sendiri. Dan saya bangga memiliki bapak seperti beliau. Saya belajar banyak sekali pelajaran hidup dari Bapak, dan saya berharap pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi saya, dan kepada kita semua.

"Digampar" Tuhan


Saya baru aja pulang dari kegiatan Live In yang diselenggarakan sekolah saya, SMA Santa Ursula pada tanggal 20-27 Mei 2011 kemarin. Kebetulan, saya ditempatkan di rumah Bapak Suparjono, Dusun Tulangan, Desa Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Saya tidak akan menceritakan secara detail apa saja yang saya lakukan disana, tapi saya akan lebih menceritakan tentang nilai-nilai apa saja yang saya dapatkan disana.

Post ini saya beri judul "Digampar" Tuhan, karena memang itulah yang saya rasakan ketika live in.

Sebelum live in, saya benar-benar cuek untuk memikirkan persiapan live in. Saya merasa bahwa saya adalah orang yang lumayan tangguh, jadi saya tidak akan kesulitan ditempatkan dimanapun. Saya ga perlu banyak kawatir tentang keadaan disana dan lainnya.

TAPI, ternyata saya salah.

Saya kebetulan mendapat rumah di daerah "medan terberat". Lokasinya di gunung, semua jalanannya menanjak dan terjal, serta jauh dari rumah yang lainnya. Rumahnya masih beralaskan tanah, dan berdinding kayu.

Keadaan disana memang sangat sederhana, tapi cukup nyaman bagi saya. Tapi perjuangan disana lah yang benar-benar membuat saya agak mengeluh dalam hati. Disana saya benar-benar disadarkan bahwa saya tidak setangguh yang saya pikir.

Bagaimanapun, live in ini membuat saya sangat sadar, bahwa kami sebagai warga kota, telah benar-benar sangat dimudahkan dalam kehidupan kami. Walaupun pasti ada plus minus hidup di desa, saya tetap akan membawa semangat perjuangan di Samigaluh untuk saya jalani di Jakarta.
Monday, May 16, 2011

beautiful mindset :)


First of all, berhubung hari ini adalah hari pengumuman kelulusan SMA angkatan 2011, saya mau mengucapkan untuk semua yang lulus SMA! Terutama untuk SMA Santa Ursula angkatan 2011 yang berhasil mendapat peringkat 1 se-Jakarta untuk jurusan IPS dan Bahasa serta peringkat 3 se-Jakarta untuk jurusan IPA dan peringkat 1 se-Jakarta Pusat!

Semoga tahun depan (tahun kelulusan saya) bisa lebih baik lagi, bahkan kalau perlu merebut kembali juara umum, peringkat 1 untuk semua jurusan, seperti tahun 2009! :)


Saya bangga menjadi murid SMA Santa Ursula. Bukan hanya karena prestasinya yang sudah saya sebutkan diatas, dan prestasinya yang masih super banyaaaaaaaaaaaaaaak lagi, tapi juga karena mindset yang ditanamkan ke siswinya.

SMA Santa Ursula nyaris ngga pernah - atau mungkin malah ngga pernah - lepas dari peringkat 3 besar di Jakarta. Dan menjadikannya sekolah top di Jakarta, bahkan di Indonesia. Tapi sedari awal, kami selalu ditanamkan untuk ga pernah merasa bahwa kita adalah nomor 1.

Normalnya, dan pasti siapapun yang baru terlibat (baik itu murid baru atau guru baru) yang masuk ke SMA Santa Ursula pasti memuji-muji sekolah kami dengan bilang "Sanur kan selalu nomor satu". Tapi lama kelamaan, kami diajarkan untuk tidak menganggap kami nomor satu, masih banyak saingan berat didepan kami. Mindset itulah yang menyebabkan SMA Santa Ursula selalu berkembang dari tahun ke tahunnya, dan tidak "terlena" dengan predikat nomor satunya.

That's what I call "beautiful mindset". Mental juara. Tapi juga ngga lupa akan saingan-saingan juara yang lainnya :)
Tuesday, April 26, 2011

Mejikuhibiniu Indonesiaku


*sebuah keprihatinan menyaksikan krisis pluralisme di Indonesia*





Kenapa harus malu punya banyak warna?
Indonesia kaya karena berwarna!

Justru cintalah yang harusnya mempersatukan warna
Kenapa malah maksa untuk menyamakan warna?

Indonesia diberi kesempatan mencintai lebih banyak
itu karena kita punya warna!

Jangan mau warna kita disamakan!
Jangan mau warna kita dipudarkan!

Karena warna itu milik kita...
Bangsa lain mau punya warna,
tapi mereka tidak punya...
Kita punya, kenapa kita harus menghilangkannya?

Jangan mau diperdayakan hitam putih!

Indonesia punya warna!
Indonesia punya cinta!
Saturday, April 23, 2011

Komersialisasi Air - Sebuah Analisis


*tulisan berikut ini merupakan sebuah tugas analisis*

Fakta yang terjadi di dunia

Air adalah suatu sumber daya alam non hayati yang selalu tersedia, dan jumlahnya melimpah. Air, terutama air tawar, memegang peranan penting bagi makhluk hidup. Seluruh ekosistem di muka bumi ditunjang oleh air dan siklus hidrologinya.

Telah menjadi paham banyak orang bahwa persediaan air tawar di planet ini tidak terbatas, bahkan tidak banyak orang menggunakan air seakan-akan air tidak akan pernah habis. Asumsi ini salah. Persediaan air tawar di bumi berkurang, bahkan dunia saat ini sedang mengalami kekurangan air bersih. Bentuknya jelas telihat di seluruh pelosok dunia: gurun yang tandus dan kering, hancurnya rawa-rawa, tercemarnya aliran air dan sungai, dan banyaknya anak-anak serta hewan yang kekurangan air. k dunia: gurun yang tandus dan kering, hancurnya rawa-rawa, tercemarnya aliran air dan Dan dari hari ke hari, kebutuhan manusia akan air bersih akan terus berkembang melebihi ketersediaan air itu sendiri.

Air yang ada di muka bumi ini hampir seluruhnya adalah air yang sama sepanjang masa. Hanya sebagian kecil air yang dapat masuk ke atmosfer bumi dalam bentuk “komet salju”. Jumlah total air yang ada di bumi kira-kira 1,4 miliar kilometer, dan 36 juta kilometer kubik (2,6%) yang merupakan air tawar. Hanya 11 juta kilometer kubik (0,77% dari total air di bumi) yang merupakan siklus air yang mengalami siklus hujan yang cukup cepat.

Seiring dengan banyaknya pembetonan permukaan bumi, aka nada semakin sedikit air di daerah aliran sungai dan sumber-sumber air di daratan. Mengetahui bahwa persediaan air tawar permukaan di bumi sudah mengalami kerusakan, masyarakat, para petani, dan industri kini berbondong-bondong mencari sumber air baru yang tersimpan lebih dalam lagi di bumi. Diperkirakan sepertiga jumlah populasi manusia di Bumi kini bergantung pada air tanah untuk menyediakan air minum. Namun air dalam tanah ini lama kelamaan akan habis setelah dieksploitasi besar-besaran oleh manusia.

Permasalahan

Disaat krisis air seperti ini, berbagai industri justru menggunakan air bersih untuk kepentingan ekonomi industri tersebut. Tindakan mengambil air bersih secara besar-besaran tersebut ternyata didukung oleh berbagai Undang-Undang dari seluruh dunia. Di Indonesia, contohnya, telah disahkan Undang-Undang No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Dasarnya ialah World Water Forum yang dihadiri oleh 5700 orang. Disayangkan, World Water Forum ini diadakan oleh organisasi lobi yang dimiliki oleh bisnis-bisnis raksasa seperti Global Water Partnership dan Bank Dunia, sehingga kesimpulan yang diambil pun tidak memihak kepada masyarakat.

Di Indonesia, Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air berpandangan dimana air dipandang sebagai komoditas untuk komersialisasi.

Dengan dibukanya pihak swasta untuk dapat berperan seluas-luasnya dalam pengelolaan air, akan terjadi prinsip opportunity cost dimana pihak yang berani membayar lebih akan lebih dimenangkan.

Pengadaan UU SDA ini tidak lepas dari keterkaitan kepada Bank Dunia. Krisis moneter tahun 1997 mendorong pemerintah memperoleh pinjaman yang bersifat cepat dikeluarkan. Bank Dunia pada saat itu menawarkan Structural Adjustment Loan (SAL) dengan syarat Indonesia melakukan perubahan struktural dalam sektor air. Akhirnya pada 28 Mei 1999 Indonesia menandatangani perjanjian pinjaman sebesar 300 juta dollar AS yang dicairkan dalam tiga tahap. Rencananya, Desember 2003, pencairan tahap ketiga sebesar 150 juta dollar AS akan dilakukan dengan syarat UU SDA tersebut telah disahkan.

Undang-undang tentang Sumber Daya Air

Pemerintah menilai kondisi riil saat ini tidak memungkinkan pemerintah untuk dapat mengola sektor air secara efisien. Oleh karena itu tidak ada salahnya swasta dilibatkan untuk mengelola air demi terjaminnya perolehan air untuk masyarakat luas.

Kebijakan pemerintah di sektor air ini akan sangat mempengaruhi ketahanan pangan nasional. Pengaturan mengenai irigasi harus diatur dalam bab khusus dan menjamin secara tegas dan jelas tentang pasokan air bagi petani. Hal ini sudah terjadi di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Air untuk jaringan irigasi bagi petani dibatasi sekali jumlahnya karena untuk memenuhi kebutuhan suatu industri.

Selain itu ada pula tercantum bahwa badan usaha dan perorangan boleh mengusahakan sebagian dari wilayah sungai dengan izin dari pemerintah pusat atau daerah. Hal ini tentu merugikan masyarakat setempat yang bergantung pada sungai tersebut.

Perorangan dan badan usaha boleh memodifikasi cuaca atau memanfaatkan awan untuk keperluan pihak tersebut, setelah mendapat izin dari pemerintah. Hal ini dapat merugikan pihak lain diluar badan usaha tersebut yang bergantung kepada alam. Petani tembakau misalnya, yang dapat merugi dengan adanya hujan.

KESIMPULAN

Komersialisasi air yang semakin meluas adalah jaminan bagi masa depan yang tidak adil dan tidak berkelanjutan. Komersialisasi air memunculkan sebuah potret buruk kehidupan, ketika suatu sumber daya yang menjadi milik bersama dan juga masyarakat diserang dari berbagai sudut baru.

Pada prinsipnya, air adalah milik bumi dan seluruh spesies. Dengan begitu, Air adalah warisan publik yang harus dijaga oleh seluruh tingkat pemerintahan. Air harus dikonservasi setiap saat untuk memastikan bahwa ketersediaan dan kualitas air tidak berkurang akibat aktivitas manusia. Air yang tercemar sebagai akibat dari perbuatan manusia harus kembali disehatkan oleh manusia sendiri.

Pembela air yang terbaik adalah masyarakat, bukan swasta, teknologi yang mahal, atau bahkan pemerintah. Hanya warga lokal yang dapat benar-benar merasakan akibat hilangnya sumber air di sekitar mereka. Masyarakat harus lebih sadar dan lebih peka terhadap fakta yang terjadi di sekitarnya.

Jika kesadaran masyarakat telah tercapai, pemerintah seharusnya dapat merealisasikan undang-undang baru untuk menjamin setiap warga Negara untuk bisa mengakses layanan air bersih dan sanitasi.

I will eat some cucumbers for you!


I just found out this artist named JRAquino and I really L.O.V.E him! Check this video out guys!

Fyi, this is the kind of songs that will melt me ;)

Another related artist that I love: Adhitia Sofyan. His songs are awesome too! I love them and I'm willing to have boyfriend like them :p

Friday, April 22, 2011

Unprofessional


Post ini saya buat karena terinspirasi oleh seorang penyanyi muda Amerika yang datang ke Singapore saat saya kebetulan berada disana juga. Ia datang ke Singapore untuk mengadakan konsernya pada hari Selasa, 19 April 2011 #nomention

Hari rabunya, saya kebetulan juga datang ke hotel tempat dia menginap. Saya pikir disana akan ada banyak sekali fansnya yang datang dan menun
ggui dia keluar dari kamarnya. Saya kemudian berpikir bahwa kalopun dia keluar, dia akan pake jalan lain - bukan lewat lobby.

Tapi ternyata, saya melihat kurang dari 15 orang fansnya yang menunggui dia. Dan disana dibuatlah sebuah "Fans Area". Kemudian saya berpikir...

"Fans Area"

Kalau dia benar-benar keluar dari tempat lain sementara ada sedikit orang yang menungguinya dari pagi, itu keterlaluan. Kalau banyak, mungkin itu lebih bisa ditoleransi, karena mungkin dia adalah orang yang kurang suka keramaian. Tapi ini sedikit.

Dan saya juga dapet info, waktu dia baru sampai di airport, ada sekitar 50 orang yang datang untuk menyambut dia, tapi dia tidak menghiraukannya, bahkan tidak melambaikan tangan sekalipun. Itu sangat keterlaluan.

Menurut saya, dia bukanlah seorang artis yang professional. Seharusnya dia tau, dia bisa berdiri sampai saat ini tidak lepas dari fansnya. Jika tidak ada mereka, makan apa dia? Tanah?

Fansnya tidak akan mencapai jutaan, jika tidak dimulai dari orang perseorangan, sekelompok orang, dan kemudian banyak orang. Keterlaluan bagiku, jika ia tidak menyapa mereka sama sekali.

Maksud saya disini, toh dia juga akan melewati jalan yang memang ditunggui oleh fansnya itu kan. Apa susahnya sih membuat fake smile dan sekedar angkat tangan dan melambaikannya? Sesungguhnya, hal kecil itu mungkin berarti banyak bagi orang yang menerimanya.

Sayang sekali, tindakan dia disana telah sangat mengecewakan saya. Sangat disayangkan, seorang artis internasional, tapi tindakannya amat unprofessional. Seharusnya ia tahu, berapa banyak orang disana yang telah berkorban habis-habisan untuk membantunya mencapai kariernya. Dan seharusnya, ia tidak meremehkan orang-orang seperti itu, karena ia tidak akan menjadi "seseorang" tanpa mereka.


P.S: kalo anda cermati di post sebelumnya, pasti anda tau siapa artist yang saya maksud ;)

Singapore Journal 3


Today is a very unproductive day for me. I woke up at 9 and I left home after 12. There's a big rain today. Singapore became very wet and I got so wet too!

Today's destination: Nanyang Technological University, which is far far away. I was accompanied by kak tiara today because she doesn't have any class today. I went to a mall in boon lay first before going to NTU because I have to buy sandals. My shoes was fulled of water!

Art Design and Media Campus @ NTU

NTU is really really far and located in Singapore surburb. So basicly the campus was built in the hills area. We looked around and I got veryyy tired. I didn't find any shuttle bus that brings us around, so we walked, that's why. I was lost in the engineering campus. And we can't pass by because there's 4 floors high hill beside the campus. But finally we found the way out. Afterall, the campus is sooooo cool!


After that, kak tiara and I went to Marina Bay Sands to pick Divi up. She was there to wait for Justin Bieber. I was a bit shock of beliebers that come up along the way to another country just to see him, pay and expensive ticket just to watch JB - oh come on, I mean, JB? - and plus wait for him ALL DAY LONG. It's just a waste of time for me. I'll tell you much more on the next post.

I looked around and yeah, marina bay sands was okay. I'm not saying it's not good. I think it's okay because I can't buy anything in the stores there. It's just too expensive :p

I was back into the apartment at 6 and I wasn't going anywhere till 9. And at 9 I went to Mustafa Centre to buy things. Well, Mustafa is super big and they sells anything, like ANYTHING in ANY BRAND.

That's the end of my solo trip to Singapore :)

Singapore Journal 2


Here I am taking some rest (again). I'm having matcha ice cream in marcle slab creamery (just found it) and it tastes sooo good! And get much better to sit down :p I'm now in a new mall in Bugis, again, i forget what the name is.

I got so freakingly tired today. I left the apartment at 11 and I'm all alone again. My first destination is Singapore Institute of Management.

A bit far, I took a stop in Dover station, and continue my trip by bus. It was the first time for me to got in Singapore bus ALONE. I mean, MRT is easy, but buses? It's kinda hard for the very first time, and the tracks are so unfamiliar for me. So I was like watching the bus tracks and look carefully for the bus stops.

SIM campus building

Anyway I think Singapore isn't as discipline as it was. People tresspasses anywhere and I found one or two litters on the streets. Well, I didn't see that kind of things on my last visit.

SIM was good. It doesn't as big as SMU but it's okay. I didn't meet the admission person, but I got A LOT of books that full my backpack.

Then I go ahead to Clementi Station to go to National University of Singapore. I got a lil bit confused on finding the right bus. I think I mistyped the direction. I felt so hungry that I decided to go somewhere, and Thank God there's a mall!

I only bought one bread and eat it while walking. I was earlier for like one and half hour than my prediction. So I walked around the mall. It was good. and oh! I heard krazy song on one of the store there, I'm super hyper! LOL! I came in to the store just to hear the song. I miss dancing! :p

Finish walking on the mall, I continue my trip to NUS. I was so amazed that I'm about to cry. Yea, I know that sounds silly, but that's the fact! .__.

Mochtar Riadhy Building - NUS Business

Kent Ridge NUS Campus Map

NUS is very big that we have to take buses to get from one campus to another. Firstly, I went to the business school (fyi, the building name is m
ochtar riady). I saw a banner saying NUS Business School got #23 WORLDWIDE! WOW!

I asked the admission person and she is very informative. She greeted me very nicely. I was explained for almost everything and I was given some guide book - I haven't read it yet. She told me to meet another admission person in university hall. I got a lot of info there.

I was amazed by the view ;)

Yong Siew Toh - Conservatory of Music

Finished my campus trip on 4 pm and I went straight away to Bugis! I got so much stuffs that I bought there. Fyi, I got so many books from SIM and NUS today and that makes my belongings become soooooo heavy. By the way, I found the hand warmer here!! I've been looking for it in Jakarta but I can't find it. So I just bought it right away ;)

After strolling aroung Bugis, I decided to go to Orchard - again. I was confused on going to Vivo or orchard. But then I think there's nothing I can purchase on Vivo. I wanna go to orchard because I wanna know what The Hereen's like. It was mentioned everywhere on Singapore book I read. Well, I'm disappointed when I come in. It was so small and I can't find anything there .__.

So I walked around orchard and entered - I think - 3 malls. There's a mall I don't even remember the name that I visited. It was a good looking mall from the outside, but it was very weird inside. But I saw breakdance community, modern dance community, and a wall climbing community. And I saw a store selling a glass piano miniature I've been looking for! It's so cute but it's a bit expensive .__.

I feel like shopping but I'm not a shoppaholic, so I find that I'm very picky. So I didn't buy many things actually. But I've spent $110 in 2 days! oh no!

I just found out I visited many malls on this 2 days. I visited 11 malls! wow!

Singapore Journal 1


Hey! Here I am now in Singapore! :D

So I'm having a solo trip here to visit some universities.

I arrived today at 8.05 am Singapore time, was picked up by Kak Tiara, my cousin who studies here. We had a breakfast on changi's Burger King. Then we came to her apartment. Well, I think her apertment is very cozy :p

Kak Tiara showed me a website named gothere.sg. It's so cool! It guides you wherever you want to go in Singapore. I'll surely get lost without it .__.

I decided to left the apartment at 11 am (after an hour spending my time studying the map trough gothere.sg of course :P)

First destination: Singapore Management University. I was a lil bit confused in MRT anyway, but finally I successfully got there! :)

Lee Kong Chian - School of Business @ SMU

The campus was so big and cool! Unfortunately they don't provide a single tour, so i just came by and asked for some informations. (Fyi, the picture above is only one of 6 campuses there plus 1 library building and 1 administration building) SMU also have an underground level that connects the SMU complex, plus connects them directly to the MRT station. cool!

Oh well, way before, I arrived in SMU at 12.30 and they're having lunch time. They told me to get back after 2. I looked for any nearest mall and I found Plaza Singapura. I walked around and had some lunch there. The mall is average, quite good mall :p

Okay, then at 2 I went to SMU again, yea, so I've told you before what it's like. I walked around the area and I was amazed by the buildings surround it.

Next to SMU is The Cathedral of Singapore, and near them is Singapore Art Museum. I walked by and i found Fort Canning Park in front of SMU! The park was great! Next to Fort Canning Park there's National Museum of Singapore. The building was magnificent but i think Indonesian museum are much better. I once get lost in the Fort Canning Park but i could find the right way :p

Fort Canning Park

I found out that SMU is very near to NAFA (Nanyang Academy of Fine Arts) and SOTA (School of The Arts) - (later I found out that they're near to orchard too!). I walked to find NAFA and SOTA too. I thought NAFA was super cool, but I was wrong. It looks like an old apartment to me. SMU was so much better.

SOTA was a bit hard to find for me, but then i found it. And i was speechless. It was BIG and super cool! I just like I want to go inside! i noticed SOTA is going to have a open house on April 30th. Kyaaa!

Campus 1 @ NAFA

School Of The Arts

It was a tiring journey. I've been spending like 4 hours walking around Bras Basah. I didn't take any stop until I arrive in Clarke Quay. Clarke Quay was out of my track actually, but I don't know why I always love Clarke Quay. Basicly, Clarke Quay is a place that has a restaurant row beside the singapore river. I waited there waiting for Kak Tiara to finish her class and get dinner together. I still have 2,5 hours seeing around in Clarke Quay.

Clarke Quay!

Unfortunately I was way too early to go there that almost no store were opened. I decided to go ahead to orchard, and i finally tasted the Orchard $1 Ice cream again!! :D

I met Kak Tiara and we waited for Divi for like 1 hour because we couldn't contact her. we took a dinner in P.S. Cafe at 8.30. The cafe is located in Harding Road, a place that i have never reached before.

I ordered a unusual menu that I can't even remember the name. Actually, I have never heard of that food name, and I picked ngasal-ly. Well, i got a bit shock when it came to my table. It was an Bolognaise Eggplant. TERONG. I'm totally okay with the Bolognaise, but how the hell they made a TERONG as a main course. This is just too weird. Ah I should've took the photo of the terong. Okay, whatsoever with the eggplant .__.

Lastly, I went back to the apartment by taxi, and i don't know why I was fascinated by singapore's public transportations :p

and... see you in my next post! :)
Monday, April 11, 2011

Her face is a map of the world
Is a map of the world
You can see she's a beau
tiful girl
She's a beautiful girl
And everything around
her is a silver pool of light
The people who surround her feel the benefit of it
It makes you calm
She holds you captivated in her palm

#SASHIMI 2010-2011


Bagiku, kalian adalah hadiah terindah yang pernah ku dapatkan selama 11 tahun bersekolah.

aku bukan orang yang mudah menjalin persahabatan. tapi disini aku dapat menjadi diriku sendiri, dan aku sangat nyaman berada bersama kalian.

10 bulan bersama rasanya belum cukup waktuku dengan kalian.

dan 2 bulan terakhir ini akan menjadi kenangan yang aku ingat selamanya.



sungguh, aku sayang kalian...



Tuesday, March 22, 2011

I dare you to D.A.N.C.E


Sejujurnya, rencana awal saya adalah membuat post berjudul "dare to dream" tapi begitu saya search image di google, saya menemukan suatu kata-kata bagus dan membuat saya mengganti judul post ini menjadi seperti yang diatas itu. Nanti di akhir post ini anda akan tahu mengapa ;)

Pertama, saya akhir-akhir ini mulai mengikuti sebuah dance class. dan menurut saya dance itu keren dan sangat seru! *baru tau* I can't wait for the next class! :D

see? how cool is that!

Kedua, saya sedang dihadapkan kepada situasi dimana saya mempunyai mimpi yang tinggi dan saya yakin saya mampu mewujudkannya. Saya sangat mengharapkan mimpi itu untuk menjadi kenyataan. Namun saya terganjal oleh ketakutan-ketakutan saya sendiri. Ketakutan tentang apa pendapat orang, dan bagaimana jika ada pihak yang tidak mengijinkan mimpi saya menjadi kenyataan.

Semakin waktu berjalan, semakin dekatlah dengan waktu untuk mencapai mimpi saya tersebut, dan semakin takut juga saya. Saya sangat yakin saya bisa melakukannya, tapi saya takut jika saya menghadapi banyak halangan.


Baru kemarin saya merasa, nampaknya saya harus menghentikan mimpi saya. Dan hari ini, saya duduk di depan komputer saya, dan saya tiba-tiba tersadar "Jangan Takut!". Saya pribadi hanya dapat melakukan apa yang saya lakukan, dan untuk faktor-faktor diluar diri kita sendiri, sungguh siapapun di dunia ini tidak ada yang bisa mengat
urnya. Tapi saya tahu ada yang bisa mengaturnya. Siapa? Dia.


Dia, Tuhan kita masing-masing yang kita sembah dengan berbagai cara, dan kita sebut dengan berbagai nama. Allah. Tuhan. Yahwe. Sang Hyang Widhi. Siapapun Dia. Dia sanggup melakukan itu semua.

Ada suatu fakta yang saya temukan secara tidak sengaja.

Itu menurut Tuhan yang saya yakini. Saya yakin agama apapun yang kalian anut mengajarkan hal yang serupa.

Do the best, and God will do the rest. that's the point.


Sekarang, saya tantang anda untuk berani bermimpi. Apapun resikonya, apapun halangannya. Ini adalah hidup anda. "You're the guy who'll decide where to go"

Sunday, March 20, 2011

Junior Original Concert


Junior Original Concert adalah sebuah ajang bagi para calon musisi cilik yang untuk dapat berkreasi sesuai dengan apa yang mereka dapatkan. JOC ini bernaung dibawah Yamaha Music Education System. Konser ini menampilkan karya (komposisi) asli para murid Yamaha dibawah umur 16 tahun.

Dari sinilah saya berasal...

JOC di Indonesia sempat vakum beberapa tahun, dan dibuka lagi pada tahun 2003. Pada tahun itulah saya mengkuti JOC pertama saya diusia saya yang ke 9. Saya memainkan komposisi saya yang berjudul "A Beautiful Swan" dengan piano solo. Belum lama ini saya menontonnya lagi dan saya merasa sangat cupu.

JOC pada saat itu adalah konser yang amat "keren" di Yamaha. Pesertanya pun terbilang sedikit, hanya belasan orang yang terpilih saat itu.

Tahun kedua JOC bagi saya adalah JOC Nasional yang diselenggarakan di Hotel Crown Plaza. Saat itu bukan hanya murid Jakarta yang mengikuti JOC, tapi juga 5 orang dari Surabaya. Dan di tahun itu ada sesi improvisasi yang pertama, dimana peserta JOC akan diberikan beberapa not oleh penonton, dan peserta akan menciptakan lagu baru dari not-not tersebut.

Tahun-tahun berikutnya...

Saya mengalami 5x JOC selama hidup saya. Hampir semuanya saya bermain solo piano. Judul lagu saya berturut-turut adalah "A Beautiful Swan", "Fun Friends", "Senandung Senja", "Sky", dan terakhir "Beyond the Sky and the Land". Tentu masing-masing memiliki kisahnya tersendiri. Hanya di lagu "Senandung Senja" saya bermain dengan ensamble.

Tidak mudah...

Para composer akan disibukkan dengan lagu mereka masing-masing sekitar 3 bulan sebelum Regional JOC berlangsung. Tak berhenti sampai disitu, setelah Regional JOC berlangsung, kalau terpilih mereka dapat perform lagi di National JOC dan/atau ikut tahap recording. National JOC tidak begitu berat, kurang lebih sama seperti Regional JOC. Tapi recording itulah yang berat. Composer harus menulis sendiri partitur lagu yang mereka buat, ditambah latihan keras dan tentunya waktu yang sempit. Namun jika mereka beruntung, mungkin mereka berkesempatan untuk perform di Asia Pasific JOC atau International JOC. Kesempatannya kecil, tentunya.

Menjadi Co-performer...

Ini adalah tahun kedua saya melepas jabatan saya sebagai "Performer". Mungkin banyak orang berpikir Co-Performer hanya "numpang nampang" dan sebagainya. Tapi saya sendiri mengalami bahwa banyak hal yang saya dapat ambil dengan menjadi Co-Performer. Dengan menjadi Co-Performer, secara tidak langsung kita dapat mempelajari sendiri lagu tersebut, dan kita bertugas untuk membuat lagu tersebut menjadi lebih apik sesuai dengan instrument yang kita pegang.

Dan bagi saya sendiri JOC telah menjadi andil yang begitu besar bagi hidup saya. Mulai dari saya yang belum tahu apa-apa, sampai sekarang saya telah belajar banyak. Pengalaman perform dari yang sedikit, sampai banyak telah saya dapatkan di JOC. JOC juga telah menghantarkan saya ke Medan dan Bali. Terakhir, menjadi Co-Performer di Asia Pasific JOC yang merupakan pengalaman tak terlupakan bagi saya.

Tahun ini...

Tahun ini saya melangkah lebih jauh lagi. Tidak lagi sekedar Co-Performer, saya mulai menjadi arranger untuk composer JOC tahun ini. Tahun ini saya menjadi arranger bagi Cresentia Freya, dan ternyata kami (saya dan Melissa Stella) berhasil menyelesaikan lagunya. Pengalaman ini mungkin merupakan yang pertama bagi kami, tapi saya yakin pengalaman ini akan berguna kelak.

Akhir kata, sesungguhnya saya sangat ingin berterimakasih pada ajang JOC ini. Dan tentunya, sukses untuk Regional JOC 2011 tanggal 26 Maret nanti! (:
Saturday, February 26, 2011

for you...


there's some people, in life, acting like they're everything, being very exclusive, ignoring the others.

if you're one of them...

one day, you'll run over me,

you'll tell me you know me,

and I will just say, "pardon me, did I know you?"



"One of the greatest victories you can gain over someone
is to beat him at politeness" ~Josh Billings
Tuesday, February 22, 2011

"Apa yang membuatmu tidak menyesal?"


...tersenyum.

pertanyaan diatas adalah pertanyaan favorite saya jika ditanya tentang pilihan saya masuk ke sekolah yang sekarang. dan tentu saya akan menjawabnya dengan sukarela sambil tersenyum.


awalnya, saya daftar ke SMAK 7 BPK Penabur, sekolah yang memang sudah menjadi "tujuan umum" lulusan SMPK 5. Diterima. Tinggal keputusan mau tetep diambil atau ngga. "Nggak, lepas aja," saya menjawab mantap.

ada tujuan SMA kemana? tidak.

lalu kenapa dilepas? ga tau. saya hanya menuruti kata hati saya.


Sampai pada awal tahun saya masih belum tahu mau masuk mana. Akhirnya orang tua saya mengajukan 2 pilihan: SMA Theresia & SMA Santa Ursula. Saya menyanggupi keduanya.

Pertama kali liat SMA Sanur, hati kecil saya menolak. Entah kenapa rasanya saya bener-bener ga suka sama sekolah itu.


Sehari sebelum test di SMA Sanur saya berdoa dalam hati kecil saya...

"Tuhan, Engkau tahu aku isi hatiku, aku ga suka sekolah ini.
Besok aku akan test masuk sekolah ini,
apapun isi hatiku, akan kukerjakan dengan maksimal.
Bila memang bukan tempatku, biarkanlah aku tidak lolos.
Tapi jika memang tempatku disini, biarkanlah aku lolos seleksi,
dan aku berjanji AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYESAL"

Ketika hari pengumuman Pendaftaran Siswa Baru, saya melihat kertas pengumumannya dan menemukan angka "316". Nomor pendaftaran saya. Orang tua saya langsung memberi selamat.

Di mobil, saya menangis diam-diam. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya saya akan bersekolah di tempat ini. Itu tangisan saya yang terakhir tentang masuk ke SMA Sanur (-ketika udah di Sanurnya itu beda lagi).

Saya benar-benar yakin Tuhan mendengarkan doa saya, dan saya benar-benar yakin ini adalah tempat yang terbaik bagi saya yang telah Tuhan persiapkan. Walaupun sampai sekarang saya telah mengalami banyak masalah disana dan merasakan sendiri beratnya bersekolah disana, perstiwa itulah yang membuat saya tidak pernah menyesal sampai saat ini.





Wednesday, February 16, 2011

365 give thanks!


I was inspired by my friend, Michelle Sanchie, who decided to do 365 give thanks statuses on Facebook. So I'm about to do so, and post the 365 give thanks here. Since I won't post them here everyday, I decided to write some of them on my little note book, and post them here then.

I started it on Valentine day, I hope next valentine will be full of joy because I've written 365 give thanks!

14/2: I'm thankful that I spent this Valentine with my gorgeous friends! Special thanks to: Yovita Pradita.

15/2: I'm thankful that today is holiday! That i met my friends and did a wonderful drama rehearsal, plus captured many beautiful moments. Special thanks to: Zena Hamzah

16/2: I'm thankful that I did my economics test quite well and I got a super cute piano miniature! Special thanks to: Iput, Jessica Hendra, Clarissa Livia, Theresia Gloria, Vania Utami, Syane Agacy, Ignacia Josephine, Sari, and Karina Noviani. :D

17/2: Thank God I did my accounting test well, and the results were BALANCE! (: Thank you God for guiding me through the test!

18/2: I'm thankful I got new experiences by seeing the new-gonna be-school-leader speeches. Special thanks to: Ernestine, Cindy, Yudith, Melisa (-although I don't know them all personally) :p

19/2 I'm thankful I successfully forced myself to start studying and I got in Sanur FM's Top 20 (one more audition, I guess) ! XD

20/2: I'm thankful I prepared myself very well in studying economics and religiosity (is that even exist? ._.). I've just realized my give thanks are mainly from my study and school. It's dominating my life :p

That's the first week of 365 give thanks. I still got 358 to go (:

and oh well, I got a love quote on Valentine day. I love it sooo much. It was from my favorite teacher, Bu Rari.

"Izinkan aku mencintai kalian dengan sederhana seperti kayu kepada api"
~ Bu Rari, 14 Februari 2011

17 (:


Hey! Long time no drop something here. I've been busy with things and many more.

Sooo, the thing is I'M OFFICIALLY 17 NOW! *hooray!* *cheers!*:)

I held a birthday dinner located in PEPeNERO. Here are the photoshoots:


Clara, Me, Ami, Vania, Livia, Putri, Florence

Yongki, Kenan, Clarissa, Jessica, Vina, Me, Kak Vera, Melissa, Andreas

... and many more!
Click this album for more photos (:

Looks like my internet connection is being slowing down. I'm gonna update it later! (:


Special Thanks to:

:*