"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling dikasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan" -Khalil Gibran
(not) a farewell
"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling dikasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan" -Khalil Gibran
maybe I'm one of the luckiest person!
Maybe I'm one of the luckiest person in the world. ask me why? it's simply because I'm living in the most beautiful country in the world!
I got proofs:
1. I am a member of Postcrossing.com, a website that provide us to exchange postcard from anywhere. We are able to send and receive postcards to random person somewhere in the world. So far I have received approx 20 postcards from all over the world, America, Europe, Asia, and I have never found any postcard that more interesting than Indonesia have. Come and try it! I've seen it by myself :)
2. Last summer I went to a trip along Java. I visited some cool spots and it’s like no other. It was so magnificent that I really want to come back there again. I’m going to upload the pics soon. And i really want to make my country known worldwidely. My job :p
3. I read “Nasional.is.me” ebook from @Pandji. It’s all about indonesia, and I think it’s really interesting yet provocative, but overall it’s nice. You can download the ebook on his site www.pandji.com . it’s a recommended ebook to enchance your love in Indonesia.
The main problem we have is: Indonesians are not proud with their own country. And that’s because they dont know Indonesia that well! Please don’t judge anything if you don’t know Indonesia that well.
Seharusnya sih ya, kalo orang benar-benar kenal Indonesia, pasti mereka akan langsung jatuh cinta sama Indonesia. Ngga mungkin ngga deh!
And if you already love your country but you don’t know how to support your country, I got the most simple way to do it: Join Postcrossing! By sending cards, you can promote the beauty of your country to the world!
I made my own promises: I won’t travel all around the world if I haven’t traveled around my own country. I want to know more about my country and do something dedicated to my country.
Short message to Indonesian:
Jangan ngaku kenal Indonesia kalo cuma tau Jakarta – Bandung – Bali. Let’s pack your belongings and go travel around Indonesia! J
Dari copet sampai ketemu SBY
Bapak bercerita bahwa dahulunya ia pernah tinggal di Tangerang dan bekerja sebagai pencopet. Bapak mengalami hidup yang berat disana. Selepas SMA di desa, Bapak merantau ke Jakarta dengan berbekal uang sedikit, dan tidak kenal siapapun di Jakarta. Bapak tersesat sampai ke Tangerang, dan disitu uang perbekalannya habis. Ia terbiasa makan dari makanan sisa orang lain, kemudian berkenalan dengan orang-orang di terminal, dan kelamaan menjadi pengamen dan pencopet.
Bapak bercerita, ia pernah keluar masuk penjara. Saya baru tahu, saat itu sekitar tahun 90an, pencopet dilindungi oleh oknum ABRI. Fakta yang cukup mengejutkan bagi saya.
Kemudian hidup bapak membaik dan beliau mulai mendapat pekerjaan di sebuah pabrik. Dari awalnya mulai dari buruh pabrik, menjadi kepala regu, sampai mempunyai anak buah sebanyak 170an orang. Tapi Bapak merasa kurang puas dengan hidupnya. Beliau masih minum-minuman keras, mabok-mabokan, gonta-ganti pacar, dan sebagainya.
Pada tahun 1994 Bapak menikah dengan Ibu, dan pada tahun 2000 mereka bersama dengan kedua anak kembarnya - Rina dan Rani - kembali ke Samigaluh dan menempati rumah yang saya tempati saat live in. Disinilah Bapak mulai meniti usahanya sebagai peternak kambing. Bapak benar-benar memulai hidup yang baru disini. Tidak sia-sia usahanya, Desember lalu Bapak bahkan bisa berkesempatan bertemu dengan Sultan Hamengkubuwono IX dan bersalaman dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, karena memenangkan suatu kejuaraan.
Bayangkan, Bapak yang seorang peternak kambing saja bisa bersalaman dengan SBY, tentu merupakan suatu kebanggan pribadi yang tak terkira baginya. Belum tentu orang kota yang selama ini menganggap remeh kehidupan orang desa bisa mendapat kesempatan yang sama dengan Bapak.
Saat ini, Bapak masih hidup dengan sederhana. Memang penghasilannya mungkin tidak seberapa baginya. Kadang-kadang Bapak juga masih mengalami beberapa kesulitan, namun Bapak memegang teguh prinsipnya, yaitu "Hidup itu adalah Anugerah". Dan prinsip itulah yang Bapak tanamkan kepada saya.
Kedua anak Bapak, Rina dan Rani, saat ini bersekolah di SMA Pius di Purworejo. Mereka tinggal di asrama - pulang bisa 3 bulan sekali - dan mereka mendapat beasiswa penuh disana. Di Samigaluh, hanya anak Bapak yang bersekolah disana. Bapak tidak ingin anaknya mengalami nasib yang serupa dengan dirinya, sehingga Bapak berusaha sekuatnya agar kedua anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.
Selama 5 hari disana, saya benar-benar merasa diperlakukan sebagai anak sendiri. Dan saya bangga memiliki bapak seperti beliau. Saya belajar banyak sekali pelajaran hidup dari Bapak, dan saya berharap pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi saya, dan kepada kita semua.
"Digampar" Tuhan
Saya tidak akan menceritakan secara detail apa saja yang saya lakukan disana, tapi saya akan lebih menceritakan tentang nilai-nilai apa saja yang saya dapatkan disana.
Post ini saya beri judul "Digampar" Tuhan, karena memang itulah yang saya rasakan ketika live in.
Sebelum live in, saya benar-benar cuek untuk memikirkan persiapan live in. Saya merasa bahwa saya adalah orang yang lumayan tangguh, jadi saya tidak akan kesulitan ditempatkan dimanapun. Saya ga perlu banyak kawatir tentang keadaan disana dan lainnya.
TAPI, ternyata saya salah.
Saya kebetulan mendapat rumah di daerah "medan terberat". Lokasinya di gunung, semua jalanannya menanjak dan terjal, serta jauh dari rumah yang lainnya. Rumahnya masih beralaskan tanah, dan berdinding kayu.
Keadaan disana memang sangat sederhana, tapi cukup nyaman bagi saya. Tapi perjuangan disana lah yang benar-benar membuat saya agak mengeluh dalam hati. Disana saya benar-benar disadarkan bahwa saya tidak setangguh yang saya pikir.
Bagaimanapun, live in ini membuat saya sangat sadar, bahwa kami sebagai warga kota, telah benar-benar sangat dimudahkan dalam kehidupan kami. Walaupun pasti ada plus minus hidup di desa, saya tetap akan membawa semangat perjuangan di Samigaluh untuk saya jalani di Jakarta.
beautiful mindset :)
Semoga tahun depan (tahun kelulusan saya) bisa lebih baik lagi, bahkan kalau perlu merebut kembali juara umum, peringkat 1 untuk semua jurusan, seperti tahun 2009! :)
Saya bangga menjadi murid SMA Santa Ursula. Bukan hanya karena prestasinya yang sudah saya sebutkan diatas, dan prestasinya yang masih super banyaaaaaaaaaaaaaaak lagi, tapi juga karena mindset yang ditanamkan ke siswinya.
SMA Santa Ursula nyaris ngga pernah - atau mungkin malah ngga pernah - lepas dari peringkat 3 besar di Jakarta. Dan menjadikannya sekolah top di Jakarta, bahkan di Indonesia. Tapi sedari awal, kami selalu ditanamkan untuk ga pernah merasa bahwa kita adalah nomor 1.
Normalnya, dan pasti siapapun yang baru terlibat (baik itu murid baru atau guru baru) yang masuk ke SMA Santa Ursula pasti memuji-muji sekolah kami dengan bilang "Sanur kan selalu nomor satu". Tapi lama kelamaan, kami diajarkan untuk tidak menganggap kami nomor satu, masih banyak saingan berat didepan kami. Mindset itulah yang menyebabkan SMA Santa Ursula selalu berkembang dari tahun ke tahunnya, dan tidak "terlena" dengan predikat nomor satunya.
That's what I call "beautiful mindset". Mental juara. Tapi juga ngga lupa akan saingan-saingan juara yang lainnya :)
Mejikuhibiniu Indonesiaku

Kenapa harus malu punya banyak warna?
Indonesia kaya karena berwarna!
Kenapa malah maksa untuk menyamakan warna?
Indonesia diberi kesempatan mencintai lebih banyak
itu karena kita punya warna!
Jangan mau warna kita dipudarkan!
Bangsa lain mau punya warna,
tapi mereka tidak punya...
Kita punya, kenapa kita harus menghilangkannya?
Indonesia punya warna!
Indonesia punya cinta!
Komersialisasi Air - Sebuah Analisis
Fakta yang terjadi di dunia
Air adalah suatu sumber daya alam non hayati yang selalu tersedia, dan jumlahnya melimpah. Air, terutama air tawar, memegang peranan penting bagi makhluk hidup. Seluruh ekosistem di muka bumi ditunjang oleh air dan siklus hidrologinya.
Telah menjadi paham banyak orang bahwa persediaan air tawar di planet ini tidak terbatas, bahkan tidak banyak orang menggunakan air seakan-akan air tidak akan pernah habis. Asumsi ini salah. Persediaan air tawar di bumi berkurang, bahkan dunia saat ini sedang mengalami kekurangan air bersih. Bentuknya jelas telihat di seluruh pelosok dunia: gurun yang tandus dan kering, hancurnya rawa-rawa, tercemarnya aliran air dan sungai, dan banyaknya anak-anak serta hewan yang kekurangan air. k dunia: gurun yang tandus dan kering, hancurnya rawa-rawa, tercemarnya aliran air dan Dan dari hari ke hari, kebutuhan manusia akan air bersih akan terus berkembang melebihi ketersediaan air itu sendiri.
Air yang ada di muka bumi ini hampir seluruhnya adalah air yang sama sepanjang masa. Hanya sebagian kecil air yang dapat masuk ke atmosfer bumi dalam bentuk “komet salju”. Jumlah total air yang ada di bumi kira-kira 1,4 miliar kilometer, dan 36 juta kilometer kubik (2,6%) yang merupakan air tawar. Hanya 11 juta kilometer kubik (0,77% dari total air di bumi) yang merupakan siklus air yang mengalami siklus hujan yang cukup cepat.
Seiring dengan banyaknya pembetonan permukaan bumi, aka nada semakin sedikit air di daerah aliran sungai dan sumber-sumber air di daratan. Mengetahui bahwa persediaan air tawar permukaan di bumi sudah mengalami kerusakan, masyarakat, para petani, dan industri kini berbondong-bondong mencari sumber air baru yang tersimpan lebih dalam lagi di bumi. Diperkirakan sepertiga jumlah populasi manusia di Bumi kini bergantung pada air tanah untuk menyediakan air minum. Namun air dalam tanah ini lama kelamaan akan habis setelah dieksploitasi besar-besaran oleh manusia.

Permasalahan
Disaat krisis air seperti ini, berbagai industri justru menggunakan air bersih untuk kepentingan ekonomi industri tersebut. Tindakan mengambil air bersih secara besar-besaran tersebut ternyata didukung oleh berbagai Undang-Undang dari seluruh dunia. Di Indonesia, contohnya, telah disahkan Undang-Undang No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Dasarnya ialah World Water Forum yang dihadiri oleh 5700 orang. Disayangkan, World Water Forum ini diadakan oleh organisasi lobi yang dimiliki oleh bisnis-bisnis raksasa seperti Global Water Partnership dan Bank Dunia, sehingga kesimpulan yang diambil pun tidak memihak kepada masyarakat.
Di Indonesia, Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air berpandangan dimana air dipandang sebagai komoditas untuk komersialisasi.
Dengan dibukanya pihak swasta untuk dapat berperan seluas-luasnya dalam pengelolaan air, akan terjadi prinsip opportunity cost dimana pihak yang berani membayar lebih akan lebih dimenangkan.
Pengadaan UU SDA ini tidak lepas dari keterkaitan kepada Bank Dunia. Krisis moneter tahun 1997 mendorong pemerintah memperoleh pinjaman yang bersifat cepat dikeluarkan. Bank Dunia pada saat itu menawarkan Structural Adjustment Loan (SAL) dengan syarat Indonesia melakukan perubahan struktural dalam sektor air. Akhirnya pada 28 Mei 1999 Indonesia menandatangani perjanjian pinjaman sebesar 300 juta dollar AS yang dicairkan dalam tiga tahap. Rencananya, Desember 2003, pencairan tahap ketiga sebesar 150 juta dollar AS akan dilakukan dengan syarat UU SDA tersebut telah disahkan.
Undang-undang tentang Sumber Daya Air
Pemerintah menilai kondisi riil saat ini tidak memungkinkan pemerintah untuk dapat mengola sektor air secara efisien. Oleh karena itu tidak ada salahnya swasta dilibatkan untuk mengelola air demi terjaminnya perolehan air untuk masyarakat luas.
Kebijakan pemerintah di sektor air ini akan sangat mempengaruhi ketahanan pangan nasional. Pengaturan mengenai irigasi harus diatur dalam bab khusus dan menjamin secara tegas dan jelas tentang pasokan air bagi petani. Hal ini sudah terjadi di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Air untuk jaringan irigasi bagi petani dibatasi sekali jumlahnya karena untuk memenuhi kebutuhan suatu industri.
Selain itu ada pula tercantum bahwa badan usaha dan perorangan boleh mengusahakan sebagian dari wilayah sungai dengan izin dari pemerintah pusat atau daerah. Hal ini tentu merugikan masyarakat setempat yang bergantung pada sungai tersebut.
Perorangan dan badan usaha boleh memodifikasi cuaca atau memanfaatkan awan untuk keperluan pihak tersebut, setelah mendapat izin dari pemerintah. Hal ini dapat merugikan pihak lain diluar badan usaha tersebut yang bergantung kepada alam. Petani tembakau misalnya, yang dapat merugi dengan adanya hujan.
KESIMPULAN
Komersialisasi air yang semakin meluas adalah jaminan bagi masa depan yang tidak adil dan tidak berkelanjutan. Komersialisasi air memunculkan sebuah potret buruk kehidupan, ketika suatu sumber daya yang menjadi milik bersama dan juga masyarakat diserang dari berbagai sudut baru.
Pada prinsipnya, air adalah milik bumi dan seluruh spesies. Dengan begitu, Air adalah warisan publik yang harus dijaga oleh seluruh tingkat pemerintahan. Air harus dikonservasi setiap saat untuk memastikan bahwa ketersediaan dan kualitas air tidak berkurang akibat aktivitas manusia. Air yang tercemar sebagai akibat dari perbuatan manusia harus kembali disehatkan oleh manusia sendiri.
Pembela air yang terbaik adalah masyarakat, bukan swasta, teknologi yang mahal, atau bahkan pemerintah. Hanya warga lokal yang dapat benar-benar merasakan akibat hilangnya sumber air di sekitar mereka. Masyarakat harus lebih sadar dan lebih peka terhadap fakta yang terjadi di sekitarnya.
Jika kesadaran masyarakat telah tercapai, pemerintah seharusnya dapat merealisasikan undang-undang baru untuk menjamin setiap warga Negara untuk bisa mengakses layanan air bersih dan sanitasi.
I will eat some cucumbers for you!
Unprofessional
Singapore Journal 3
Singapore Journal 2
Singapore Journal 1
You can see she's a beautiful girl
The people who surround her feel the benefit of it
It makes you calm
She holds you captivated in her palm




I dare you to D.A.N.C.E
Pertama, saya akhir-akhir ini mulai mengikuti sebuah dance class. dan menurut saya dance itu keren dan sangat seru! *baru tau* I can't wait for the next class! :D
Kedua, saya sedang dihadapkan kepada situasi dimana saya mempunyai mimpi yang tinggi dan saya yakin saya mampu mewujudkannya. Saya sangat mengharapkan mimpi itu untuk menjadi kenyataan. Namun saya terganjal oleh ketakutan-ketakutan saya sendiri. Ketakutan tentang apa pendapat orang, dan bagaimana jika ada pihak yang tidak mengijinkan mimpi saya menjadi kenyataan.
Semakin waktu berjalan, semakin dekatlah dengan waktu untuk mencapai mimpi saya tersebut, dan semakin takut juga saya. Saya sangat yakin saya bisa melakukannya, tapi saya takut jika saya menghadapi banyak halangan.
Baru kemarin saya merasa, nampaknya saya harus menghentikan mimpi saya. Dan hari ini, saya duduk di depan komputer saya, dan saya tiba-tiba tersadar "Jangan Takut!". Saya pribadi hanya dapat melakukan apa yang saya lakukan, dan untuk faktor-faktor diluar diri kita sendiri, sungguh siapapun di dunia ini tidak ada yang bisa mengaturnya. Tapi saya tahu ada yang bisa mengaturnya. Siapa? Dia.
Dia, Tuhan kita masing-masing yang kita sembah dengan berbagai cara, dan kita sebut dengan berbagai nama. Allah. Tuhan. Yahwe. Sang Hyang Widhi. Siapapun Dia. Dia sanggup melakukan itu semua.
Ada suatu fakta yang saya temukan secara tidak sengaja.
Itu menurut Tuhan yang saya yakini. Saya yakin agama apapun yang kalian anut mengajarkan hal yang serupa.Junior Original Concert
Dari sinilah saya berasal...
JOC di Indonesia sempat vakum beberapa tahun, dan dibuka lagi pada tahun 2003. Pada tahun itulah saya mengkuti JOC pertama saya diusia saya yang ke 9. Saya memainkan komposisi saya yang berjudul "A Beautiful Swan" dengan piano solo. Belum lama ini saya menontonnya lagi dan saya merasa sangat cupu.
JOC pada saat itu adalah konser yang amat "keren" di Yamaha. Pesertanya pun terbilang sedikit, hanya belasan orang yang terpilih saat itu.
Tahun kedua JOC bagi saya adalah JOC Nasional yang diselenggarakan di Hotel Crown Plaza. Saat itu bukan hanya murid Jakarta yang mengikuti JOC, tapi juga 5 orang dari Surabaya. Dan di tahun itu ada sesi improvisasi yang pertama, dimana peserta JOC akan diberikan beberapa not oleh penonton, dan peserta akan menciptakan lagu baru dari not-not tersebut.
Tahun-tahun berikutnya...
Saya mengalami 5x JOC selama hidup saya. Hampir semuanya saya bermain solo piano. Judul lagu saya berturut-turut adalah "A Beautiful Swan", "Fun Friends", "Senandung Senja", "Sky", dan terakhir "Beyond the Sky and the Land". Tentu masing-masing memiliki kisahnya tersendiri. Hanya di lagu "Senandung Senja" saya bermain dengan ensamble.
Tidak mudah...
Para composer akan disibukkan dengan lagu mereka masing-masing sekitar 3 bulan sebelum Regional JOC berlangsung. Tak berhenti sampai disitu, setelah Regional JOC berlangsung, kalau terpilih mereka dapat perform lagi di National JOC dan/atau ikut tahap recording. National JOC tidak begitu berat, kurang lebih sama seperti Regional JOC. Tapi recording itulah yang berat. Composer harus menulis sendiri partitur lagu yang mereka buat, ditambah latihan keras dan tentunya waktu yang sempit. Namun jika mereka beruntung, mungkin mereka berkesempatan untuk perform di Asia Pasific JOC atau International JOC. Kesempatannya kecil, tentunya.
Menjadi Co-performer...
Ini adalah tahun kedua saya melepas jabatan saya sebagai "Performer". Mungkin banyak orang berpikir Co-Performer hanya "numpang nampang" dan sebagainya. Tapi saya sendiri mengalami bahwa banyak hal yang saya dapat ambil dengan menjadi Co-Performer. Dengan menjadi Co-Performer, secara tidak langsung kita dapat mempelajari sendiri lagu tersebut, dan kita bertugas untuk membuat lagu tersebut menjadi lebih apik sesuai dengan instrument yang kita pegang.
Dan bagi saya sendiri JOC telah menjadi andil yang begitu besar bagi hidup saya. Mulai dari saya yang belum tahu apa-apa, sampai sekarang saya telah belajar banyak. Pengalaman perform dari yang sedikit, sampai banyak telah saya dapatkan di JOC. JOC juga telah menghantarkan saya ke Medan dan Bali. Terakhir, menjadi Co-Performer di Asia Pasific JOC yang merupakan pengalaman tak terlupakan bagi saya.
Tahun ini...
Tahun ini saya melangkah lebih jauh lagi. Tidak lagi sekedar Co-Performer, saya mulai menjadi arranger untuk composer JOC tahun ini. Tahun ini saya menjadi arranger bagi Cresentia Freya, dan ternyata kami (saya dan Melissa Stella) berhasil menyelesaikan lagunya. Pengalaman ini mungkin merupakan yang pertama bagi kami, tapi saya yakin pengalaman ini akan berguna kelak.
Akhir kata, sesungguhnya saya sangat ingin berterimakasih pada ajang JOC ini. Dan tentunya, sukses untuk Regional JOC 2011 tanggal 26 Maret nanti! (:
for you...
if you're one of them...
one day, you'll run over me,
you'll tell me you know me,
and I will just say, "pardon me, did I know you?"
"One of the greatest victories you can gain over someone
is to beat him at politeness" ~Josh Billings
"Apa yang membuatmu tidak menyesal?"
pertanyaan diatas adalah pertanyaan favorite saya jika ditanya tentang pilihan saya masuk ke sekolah yang sekarang. dan tentu saya akan menjawabnya dengan sukarela sambil tersenyum.
awalnya, saya daftar ke SMAK 7 BPK Penabur, sekolah yang memang sudah menjadi "tujuan umum" lulusan SMPK 5. Diterima. Tinggal keputusan mau tetep diambil atau ngga. "Nggak, lepas aja," saya menjawab mantap.
ada tujuan SMA kemana? tidak.
lalu kenapa dilepas? ga tau. saya hanya menuruti kata hati saya.
Sampai pada awal tahun saya masih belum tahu mau masuk mana. Akhirnya orang tua saya mengajukan 2 pilihan: SMA Theresia & SMA Santa Ursula. Saya menyanggupi keduanya.
Pertama kali liat SMA Sanur, hati kecil saya menolak. Entah kenapa rasanya saya bener-bener ga suka sama sekolah itu.
Sehari sebelum test di SMA Sanur saya berdoa dalam hati kecil saya...
Besok aku akan test masuk sekolah ini,
apapun isi hatiku, akan kukerjakan dengan maksimal.
Bila memang bukan tempatku, biarkanlah aku tidak lolos.
Tapi jika memang tempatku disini, biarkanlah aku lolos seleksi,
dan aku berjanji AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYESAL"
Saya benar-benar yakin Tuhan mendengarkan doa saya, dan saya benar-benar yakin ini adalah tempat yang terbaik bagi saya yang telah Tuhan persiapkan. Walaupun sampai sekarang saya telah mengalami banyak masalah disana dan merasakan sendiri beratnya bersekolah disana, perstiwa itulah yang membuat saya tidak pernah menyesal sampai saat ini.

365 give thanks!
I started it on Valentine day, I hope next valentine will be full of joy because I've written 365 give thanks!
14/2: I'm thankful that I spent this Valentine with my gorgeous friends! Special thanks to: Yovita Pradita.
15/2: I'm thankful that today is holiday! That i met my friends and did a wonderful drama rehearsal, plus captured many beautiful moments. Special thanks to: Zena Hamzah
16/2: I'm thankful that I did my economics test quite well and I got a super cute piano miniature! Special thanks to: Iput, Jessica Hendra, Clarissa Livia, Theresia Gloria, Vania Utami, Syane Agacy, Ignacia Josephine, Sari, and Karina Noviani. :D
17/2: Thank God I did my accounting test well, and the results were BALANCE! (: Thank you God for guiding me through the test!
18/2: I'm thankful I got new experiences by seeing the new-gonna be-school-leader speeches. Special thanks to: Ernestine, Cindy, Yudith, Melisa (-although I don't know them all personally) :p
19/2 I'm thankful I successfully forced myself to start studying and I got in Sanur FM's Top 20 (one more audition, I guess) ! XD
20/2: I'm thankful I prepared myself very well in studying economics and religiosity (is that even exist? ._.). I've just realized my give thanks are mainly from my study and school. It's dominating my life :p
That's the first week of 365 give thanks. I still got 358 to go (:
and oh well, I got a love quote on Valentine day. I love it sooo much. It was from my favorite teacher, Bu Rari.
"Izinkan aku mencintai kalian dengan sederhana seperti kayu kepada api"
~ Bu Rari, 14 Februari 2011
17 (:
I held a birthday dinner located in PEPeNERO. Here are the photoshoots:


Yongki, Kenan, Clarissa, Jessica, Vina, Me, Kak Vera, Melissa, Andreas... and many more!
Click this album for more photos (:
:*








